Kamis, 03 Oktober 2019


RANCANG USAHA MU
Yuk dirancang mulai sekarang..

Membuat Rencana Usaha (Business Plan)
Setelah memahami berbagai hal yang diperlukan untuk memulai sebuah usaha. Kini, saatnya membuat rencana usaha. Berikut adalah cara muda dalam menyusul rencana usaha.

A. Informasi Dasar
·         Nama Usaha
Keripik Bayam JAPRI
·         Jenis Usaha
Kuliner
·         Deskripsi Usaha
Keripik bayam dengan merek JAPRI adalah camilan dengan bayam sebagai
bahan baku utamanya. Dibuat dari bahan yang segar, tanpa pengawet dan penyedap rasa, sehingga aman untuk dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak , dewasa, hingga orang tua.

B. Produk Usaha
Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu:
a) Produk (barang/jasa) yang akan ditawarkan kepada konsumen
b) Keunggulan/keunikan masing-masing produk
c) Perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual
    oleh perusahaan lain
d) Jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan
e) Kemana saja produk-produk tersebut akan dijual (distribusi)
C. Kegiatan Utama (Key Activities)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan
dalam usaha-mu, serta siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut.
D. Sumber Daya Utama (Key Resource)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam
keseluruhan proses usaha. Sumber daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun
tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.
Alat Masak:
- Kompor
- Tabung gas
- Penggorengan
- …
Bahan Produksi:
- Bakso
- Minyak goreng
- …
Tenaga Kerja:
- Tukang goreng
- Tukang kemas
- …
E. Target Konsumen
Bagian ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha Anda.
F. Strategi Pemasaran
Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen, serta mampu manarik hati konsumen untuk membeli.
G. Rencana Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai item-item atau hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional, distribusi, dan semua proses usaha. Tidak usah diisi jika tidak ada dalam usaha yang Anda jalankan.No. Sumber Daya Utama
TOTAL
Biaya Peralatan dan biaya lain untuk memulai
Biaya Operasional
Biaya Produksi
Biaya Pemasaran



Ig : ardan_jiwan03





RANCANG KEUANGAN USAHA MU
Gimana nih manajemen keuangannya..

A.    Keuangan Pribadi Dan Keuangan Usaha
Bagi para pengusaha yang baru membangun suatu usaha, memisahkan keuangan pribadi
dengan keuangan usaha sering diabaikan. Padahal itu adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang senang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Penyebab utamanya adalah merasa bahwa uang yang digunakan untuk usaha adalah uang pribadi. Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang:
·         Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
·         Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
·         Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
·         Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
·         Gaji diri sendiri3
Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan
hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. Bagaimana caranya?
·         Melakukan Pencatatan
·         Alokasi Dana
Dari keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk zakat
2. 10% untuk ditabung
3. 50% untuk belanja keluarga dan pribadi
4. 25% untuk membayar cicilan hutang
5. 12.5% untuk tabungan usaha atau pengembangan usaha

·         Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Komitmen untuk tidak mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi.

Adanya rekening yang terpisah akan membantu pengusaha melihat pertumbuhan usahanya, baik dari sisi perputaran modal, maupun pertumbuhan modal. Di samping itu pengusaha juga bisa mengetahui sudah berapa banyak biaya yang keluar untuk usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih rugi (minus) atau sudah untung (plus), dan kalaupun rugi (minus) apakah masih wajar atau tidak dan sebagainya.
Jika ingin menikmati jumlah uang yang pasti/tetap untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka tentukanlah nilanya bukan berdasarkan persentase tapi berdasarkan nominal. Misalnya 1 juta rupiah sebulan. Penentuan jumlah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan lainnya.

B.     Mengelola Keuangan Usaha
Dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pengelolaan keuangan yang baik, akan membuat usaha berjalan dengan baik. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang buruk akan memperburuk perkembangan usaha, bahkan bisa berdampak pada kehidupan pribadi.
Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat dilakukan salah satunya dengan pencatatan keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak.



Ig : ardan_jiwan03



PEMASARAN
Mau dipasarkan kemana nih...
A.   Mengembangkan Strategi Pemasaran Yang Efektif
Untuk dapat menjual barang/jasa kepada konsumen diperlukan suatu kegiatan pemasaran agar konsumen mengetahui produk/jasa yang kita jual berikut keunggulannya. Agar dapat menjual barang/jasa dengan baik, diperlukan suatu strategi pemasaran yang efektif. Hal ini bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita.
·         Strategi: Cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan (tujuan).
·         Pemasaran: kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan
pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.
·         Strategi pemasaran: cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.

B.     Manfaat Strategi Pemasaran
·         Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
·         Menentukan harga jual yang tepat.
·         Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat.
Strategi pemasaran yang lazim digunakan adalah bauran pemasaran 4P (Marketing Mix). Bauran pemasaran adalah kombinasi dari 4 kegiatan (4P) yang merupakan inti dari sistem pemasaran.
·         Product (produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa
barang maupun jasa.
·         Price (harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen
untuk memiliki / menikmati barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk
price meliputi: daftar harga dan diskon potongan harga.
·         Place (tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat
dimana calon konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang
atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk place meliputi: lokasi penjualan,
wilayah penjualan, dan alat transportasi.
·         Promotion (promosi) adalah kegiatan-kegiatan atau cara yang dilakukan oleh
pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon
konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi. Hal-hal
yang termasuk promotion meliputi: brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio, media
online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain.

Sebelum menerapkan 4P di atas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
·         Solusi Pelanggan (Customer Solution).
·         Biaya Pelanggan (Customer Cost).
·         Kenyamanan (Convenience).
·         Komunikasi (Communication).

C.    Anggaran Pemasaran
Setelah menentukan strategi pemasaran, sekarang saatnya menentukan anggaran
 pemasaran. Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual dan calon konsumen yang dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi.
Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan, biasanya tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen. Ada beberapa bulan dimana permintaan konsumen terhadap barang atau jasa tertentu cukup banyak, misalnya bulan Juni dan Juli yang mendekati tahun ajaran baru bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Bila usaha kita menjual seragam sekolah, maka permintaan konsumen untuk seragam sekolah pada bulan tersebut biasanya lebih banyak daripada bulan-bulan yang lain. Pada bulan tersebut, anggaran pemasaran dimungkinkan untuk ditingkatkan agar permintaan konsumen bisa dipenuhi dengan maksimal.




Ig : ardan_jiwan03

PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN
Sudah siapkah untuk memulai usaha ??

Apa produk yang akan anda buat dan jual ?
A.    Sumber Daya Utama, Modal Awal, Dan Alur Produksi
a.)    Peralatan yang digunakan
Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan lancar :
o   Biaya promosi awal
o   Biaya sewa tempat ( jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
o   Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.
o   Uang untuk membeli membeli bahan baku awal produksi
b.)    Memahami dengan pasti alur proses produksi
·         Tahap 1
Pembelian seluruh bahan baku
·         Tahap 2
Daun bayam dicuci bersih terlebih dahulu lalu tiriskan
·         Tahap 3
Mencampur semua tepung menjadi satu dan diaduk rata
·         Tahap 4
Memasukkan semua bumbu yang dihaluskan ke dalam campuran tepung
·         Tahap 5
Menambahkan garam dan penyedap rasa dan aduk hingga merata
·         Tahap 6
Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan pas
·         Tahap 7
Celupkan tiap lembar bayam ke dalam adonan
·         Tahap 8
Panaskan minyak dan goreng bayam yang sudah dicelup ke adonan (lakukan sampai selesai)
·         Tahap 9
Tunggu hingga matang, angkat, dan tiriskan
·         Tahap Akhir (siap jual)
Masukkan dalam kemasan, timbang, beri label, dan quality control

B.     Biaya Produksi
·         Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL)
·         Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
·         Biaya Pendukung

C.    Biaya – Biaya Keterangan
·         Biaya sewa tempat ( jika dibayar dimuka)
·         Biaya resiko (untuk jaga-jaga)
·         Biaya bahan baku dan produksi awal

D.    Biaya
Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik,
pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Jika yang dibuat banyak maka biayanya akan besar, tetapi jika yang dibuat hanya sedikit maka biayanya juga hanya sedikit.

E.     Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Selain biaya produksi, dalam melakukan suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh
seorang pengusaha, yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya pegawai ( jika ada), biaya promosi, dan lain-lain. Berikut ini adalah perkiraan biaya operasioal yang mungkin dikeluarkan untuk mendukung berjalannya suatu usaha.
F.     Menetapkan Harga Jual
Tidak ada cara khusus untuk menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual HARUS lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi.
HPP per bungkus keripik bayam Rp. 12.000
Perkiraan Harga Jual Keripik
Bayam per bungkus Rp. 15.000
Keuntungan Kotor Per Unit Rp. 3.000

G.    Total Biaya Operasional Tiap Bulan
Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya operasional bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah produk yang terjual. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan keuntungan.
Catatan:
Selain dengan menggunakan rumus balik modal sebelumnya, dari laba bersih juga bisa
diperhitungkan pada bulan ke berapa pengusaha akan balik modal.



Ig : ardan_jiwan03

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...