Tampilkan postingan dengan label pembisnis sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembisnis sukses. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2019


RANCANG KEUANGAN USAHA MU
Gimana nih manajemen keuangannya..

A.    Keuangan Pribadi Dan Keuangan Usaha
Bagi para pengusaha yang baru membangun suatu usaha, memisahkan keuangan pribadi
dengan keuangan usaha sering diabaikan. Padahal itu adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang senang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Penyebab utamanya adalah merasa bahwa uang yang digunakan untuk usaha adalah uang pribadi. Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang:
·         Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
·         Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
·         Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
·         Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
·         Gaji diri sendiri3
Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan
hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. Bagaimana caranya?
·         Melakukan Pencatatan
·         Alokasi Dana
Dari keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk zakat
2. 10% untuk ditabung
3. 50% untuk belanja keluarga dan pribadi
4. 25% untuk membayar cicilan hutang
5. 12.5% untuk tabungan usaha atau pengembangan usaha

·         Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Komitmen untuk tidak mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi.

Adanya rekening yang terpisah akan membantu pengusaha melihat pertumbuhan usahanya, baik dari sisi perputaran modal, maupun pertumbuhan modal. Di samping itu pengusaha juga bisa mengetahui sudah berapa banyak biaya yang keluar untuk usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih rugi (minus) atau sudah untung (plus), dan kalaupun rugi (minus) apakah masih wajar atau tidak dan sebagainya.
Jika ingin menikmati jumlah uang yang pasti/tetap untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka tentukanlah nilanya bukan berdasarkan persentase tapi berdasarkan nominal. Misalnya 1 juta rupiah sebulan. Penentuan jumlah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan lainnya.

B.     Mengelola Keuangan Usaha
Dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pengelolaan keuangan yang baik, akan membuat usaha berjalan dengan baik. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang buruk akan memperburuk perkembangan usaha, bahkan bisa berdampak pada kehidupan pribadi.
Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat dilakukan salah satunya dengan pencatatan keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak.



Ig : ardan_jiwan03



PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN
Sudah siapkah untuk memulai usaha ??

Apa produk yang akan anda buat dan jual ?
A.    Sumber Daya Utama, Modal Awal, Dan Alur Produksi
a.)    Peralatan yang digunakan
Selain mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya - biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha dengan lancar :
o   Biaya promosi awal
o   Biaya sewa tempat ( jika dibayar dimuka dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat dimasukkan ke dalam rincian biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya sewa tempat masuk ke biaya operasional bulanan)
o   Biaya resiko. Jumlah uang yang disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.
o   Uang untuk membeli membeli bahan baku awal produksi
b.)    Memahami dengan pasti alur proses produksi
·         Tahap 1
Pembelian seluruh bahan baku
·         Tahap 2
Daun bayam dicuci bersih terlebih dahulu lalu tiriskan
·         Tahap 3
Mencampur semua tepung menjadi satu dan diaduk rata
·         Tahap 4
Memasukkan semua bumbu yang dihaluskan ke dalam campuran tepung
·         Tahap 5
Menambahkan garam dan penyedap rasa dan aduk hingga merata
·         Tahap 6
Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan pas
·         Tahap 7
Celupkan tiap lembar bayam ke dalam adonan
·         Tahap 8
Panaskan minyak dan goreng bayam yang sudah dicelup ke adonan (lakukan sampai selesai)
·         Tahap 9
Tunggu hingga matang, angkat, dan tiriskan
·         Tahap Akhir (siap jual)
Masukkan dalam kemasan, timbang, beri label, dan quality control

B.     Biaya Produksi
·         Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL)
·         Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
·         Biaya Pendukung

C.    Biaya – Biaya Keterangan
·         Biaya sewa tempat ( jika dibayar dimuka)
·         Biaya resiko (untuk jaga-jaga)
·         Biaya bahan baku dan produksi awal

D.    Biaya
Untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang baik,
pengusaha harus memahami setiap tahap dalam produksi yang dilakukan. Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya produksi merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya biaya tergantung dari sedikit/banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Jika yang dibuat banyak maka biayanya akan besar, tetapi jika yang dibuat hanya sedikit maka biayanya juga hanya sedikit.

E.     Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Selain biaya produksi, dalam melakukan suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh
seorang pengusaha, yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya air, biaya pegawai ( jika ada), biaya promosi, dan lain-lain. Berikut ini adalah perkiraan biaya operasioal yang mungkin dikeluarkan untuk mendukung berjalannya suatu usaha.
F.     Menetapkan Harga Jual
Tidak ada cara khusus untuk menentukan harga jual suatu produk, karena biasanya pengusaha menetapkan berdasarkan harga pasar dan juga harga pesaing. Namun harga jual HARUS lebih besar dari harga pokok penjualan produk agar tidak rugi.
HPP per bungkus keripik bayam Rp. 12.000
Perkiraan Harga Jual Keripik
Bayam per bungkus Rp. 15.000
Keuntungan Kotor Per Unit Rp. 3.000

G.    Total Biaya Operasional Tiap Bulan
Biaya operasional sangat dimungkinkan keluar setiap bulan untuk mendukung jalannya suatu usaha. Jumlah biaya operasional bersifat tetap dan tidak tergantung dari jumlah produk yang terjual. Agar pengusaha tidak rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional, istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point (BEP) adalah kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi juga belum mendapatkan keuntungan.
Catatan:
Selain dengan menggunakan rumus balik modal sebelumnya, dari laba bersih juga bisa
diperhitungkan pada bulan ke berapa pengusaha akan balik modal.



Ig : ardan_jiwan03



GALI IDE USAHA MU
Punya ide usaha apa yaaa ??
A.  Analisis Pros-Cons
Pengusaha harus mengetahui berapa jumlah produk yang mampu dibuat dalam satu periode produksi. Misalnya dalam menjalankan usaha keripik bayam, si A mampu membuat 3 kilo gram kripik bayam dalam satu hari. Dari 3 kilo gram keripik bayam tersebut, si A mampu mengemasnya menjadi 30 kemasan keripik bayam siap jual.
Pengusaha juga harus mengetahui apakah ada pengusaha lain yang menjual produk yang sejenis dengan yang dibuat. Jika ada, berapa banyak pengusaha yang menjual produk tersebut. Usaha yang memiliki total aspek positif lebih banyak dari total aspek negaitf yang dinilai paling layak untuk dijalankan.
Pros (Aspek Positif) Cons (Aspek Negatif)
B.     Analisa SWOT
Setelah terpilih satu ide usaha dari analisa aspek positif – aspek negatif (pros-cons), tahap selanjutnya adalah melakukan analisa SWOT yang dapat membantu pengusaha dalam mencari, mengumpulkan, dan mencatat informasi yang lebih detail dan rinci, sehingga pengusaha mampu untuk memaksimal apa yang dimiliki dan mengatasi kelemahan dan ancaman yang akan muncul.
Setelah melakukan analisa SWOT, pengusaha dapat memikirkan cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mengatasi kelemahannya, memanfaatkan peluang yang ada, dan bersiap menghadapi ancaman dan gangguan yang muncul. Dengan analisa SWOT maka pengusaha dapat menilai dengan lebih dalam mengenai:
Kondisi Internal Pengusaha (Dalam diri pengusaha)
  •          Strengths (Kekuatan)
  •          Weaknesses (Kelemahan)
  •          Opportunities (Peluang)
  •          Threats (Ancaman)

Kondisi Eksternal Pengusaha (Diluar diri pengusaha)
·         Menyukai tantangan
·         Mudah bosan Belum ada yang menjual di wilayah itu
·         Bahan baku sulit dicari

C.     Analisa Pesaing
Saat ini bisa dipastikan banyak pengusaha yang menjual produk sejenis. Contohnya adalah pisang goreng. Dalam satu wilayah pasti ada lebih dari satu pengusaha yang menjual pisang goreng, bahkan bisa 5 orang pengusaha menjual produk yang sama. Konsumen tidak mungkin akan membeli dari seluruh penjual yang ada, konsumen hanya akan membeli dari satu penjual saja sehingga masing - masing penjual itu bersaing untuk mendapatkan calon konsumen.
Penjual akan berusaha mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya, berusaha agar produknya lah yang dipilih dan diminati oleh konsumen, dengan begitu usahanya akan semakin laris dan maju. Kondisi seperti itulah yang dinamakan persaingan. Pengusaha yang bisa memenangkan persaingan, usahanya akan maju dan bertahan. Maka dari itu, sangat penting bagi seorang pengusaha untuk mengetahui siapa pesaingnya agar dapat membuat sesuatu yang “berbeda” dan mendapatkan tempat di hati konsumen.


Ig : ardan_jiwan03





JADI PENGUSAHA MANDIRI (JAPRI)
Apa sih itu JAPRI ??
A. Pengertian
Program JAPRI terdiri dari beberapa komponen kegiatan termasuk pelatihan soft skills berisi pembekalan motivasi, bagaimana mencari ide bisnis, meningkatkan kepercayaan diri untuk mulai berusaha, diikuti oleh pelatihan hard skills berisi teknis keterampilan wirausaha dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan, dan pendampingan kewirausahaan.
B. Tujuan
·         Menggerakkan minat berwirausaha
·         Memfasilitasi anak muda kurang mampu yang memiliki potensi berwirausaha
·         Memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi peserta program
C. Karakter Pengusaha Sukses
  •          Buat passion jadi usaha

Apa yang kita dapatkan dari usaha kita seharusnya adalah bentuk kepuasan pribadi.
  •          Jalankan dengan serius

Kita tidak dapat berharap untuk mendulang sukses dalam usaha kecuali jika kita benar-benar serius dan percaya pada barang atau jasa yang kita jual. 
  •          Rencanakan semuanya dengan matang

Rencana usaha juga dapat meminimalisir kesalahan dari awal akibat kurangnya persiapan dan bisa mengukur keberhasilan dari langkah yang diambil.
  •          Mengelola uang dengan bijak

Keterampilan yang paling penting dari mengelola keuangan sebuah usaha adalah memisahkan pengelolaan keuangan pribadi dan usaha.
  •          Ciptakan keunggulan kompetitif

Keunikan bisa dari manfaat barang atau jasa yang kita jual, bisa juga layanan atau produk yang berbeda dari para pesaing.
D. Menjadi pengusaha yang beretika
  •          Jujur

Kita harus bersikap jujur dalam segala hal, mulai dari hanya memberikan informasi hingga proses menganalisa kekurangan barang/jasa yang kita tawarkan.
  •          Komitmen

Seorang pengusaha juga harus senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sejak usahanya dimulai sampai saat usahanya sudah besar dan sukses.
  •          Loyalitas

Loyalitas dapat ditunjukkan dengan bekerja sesuai dengan tujuan usaha serta tidak mencampurkan masalah usaha dengan masalah pribadi.
  •          Kepedulian

Seorang pengusaha harus menjadi pribadi yang menunjukkan kepedulian, simpatik, dan baik hati.
  •          Mematuhi Aturan

Patuhilah seluruh aturan tersebut agar dapat menjadi pengusaha yang disegani masyarakat dan lingkungan dan sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Ig : ardan_jiwan03

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...