BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTIBUSI
A. Konsep
Lokasi dalam Bauran Pemasaran
Tempat dalam marketing mix biasa disebut dengan
saluran distribusi atau saluran pemasaran, saluran dimana produk tersebut
sampai kepada konsumen. saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh
produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen
atau industri pemakai. Kebanyakan produsen tidak menjual barang-barang mereka
secara langsung kepada para pengguna akhir, ada perantara saluran pemasaran
(juga disebut saluran perdagangan atau saluran distribusi) yang menyalurkan
produk kekonsumen. Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan
bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga
akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi mahal. Tingginya biaya
lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran.
B. Kriteria
Daerah Kinerja Positif Untuk Pemassaran
pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa faktor, yaitu:
- Accessibility (Akses) Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum.
- Visibility (Visibilitas) Lokasi dapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka.
- Traffic (Lalu lintas)
- Tempat parkir yang luas dan aman
- Expansion (Ekspansi) Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas usaha di kemudian hari.
- Environment (Lingkungan)
- Lokasi pesaing
- Peraturan pemerintah
C. Persyaratan
legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran
Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No
1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18
(delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di
antaranya sebagai berikut :
- Mencegah &
mengurangi kecelakaan
kerja.
- Mencegah,
mengurangi & memadamkan
kebakaran.
- Mencegah &
mengurangi bahaya peledakan.
- Memberi jalur
evakuasi keadaan
darurat.
- Memberi P3K Kecelakaan
Kerja.
- Memberi APD
(Alat Pelindung Diri) pada tenaga
kerja.
- Mencegah &
mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap,
uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
- Mencegah dan
mengendalikan Penyakit
Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.
- Penerangan yang
cukup dan sesuai.
- Suhu dan
kelembaban udara yang baik.
- Menyediakan
ventilasi yang cukup.
- Memelihara
kebersihan, kesehatan & ketertiban.
- Keserasian
tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
- Mengamankan
& memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
- Mengamankan
& memelihara segala jenis bangunan.
- Mengamankan
& memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
- Mencegah tekena
aliran listrik berbahaya.
- Menyesuaikan
& menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah
tinggi.
D. Konsep
Dan Kegunaan Saluran Distribusi
Saluran distribusi adalah sekelompok
pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan
nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu. Pendapat
lain juga menyatakan, place (distribusi) termasuk aktivitas perusahaan untuk
membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran. Baerdasarkan kedua pengertiatersebut
maka dapat disimpulkan bahwa bahwa saluran distribusi adalah serangkaian
organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di
pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran.
Dalam suatu saluran distribusi, anggota saluran distribusi melaksanakan sejumlah fungsi. Fungsi adalah pekerjaan/jabatan yang dilaksanakan, tindakan/kegiatan perilaku, atau juga dapat berarti kategori bagi aktivitas-aktivitas. Berdasarkan kedua pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa fungsi saluran distribusi adalah aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan anggota saluran distribusi dalam memindahkan barang dari produsen ke konsumen dan menciptakan kegunaan produk tersebut bagi konsumen (Siaputra. 2012)
Fungsi utama saluran distribusi
1. Informasi,
Berbagai macam informasi sangat diperlukan dalam penyaluran barang-barang,
karena dapat membantu untuk menentukan sumbernya. sejumlah informasi, dapat
diukur seberapa jauh kepentingan pembeli, penjual atau lembaga lain dalam
saluran distribus.
Beberapa
informasi penting yang dikumpulkan oleh saluran distribusi:
·
Pelanggan, Informasi mengenai pelanggan yang perlu
dikumpulkan oleh anggota saluran distribusi: kebutuhan, keinginan, dan
permintaan pelanggan
·
Pesaing, Informasi
mengenai pesaing yang perlu dikumpulkan oleh anggota saluran distribusi: jumlah
dan pesaing
·
Pemasok , Pemasok
merupakan sebuah mata rantai penting dalam “sistem penyerahan nilai” kepada
seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan
2. Promosi
, Promosi adalah aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan
membujuk pelanggan sasaran untuk
membelinya.
3. Negosiasi,
Fungsi negosiasi yang dilaksanakan anggota saluran distribusi berhubungan
dengan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain
sehubungan dengan penawaran, sehingga perpindahan hak pemilikan dapat
dilaksanakan.
4. Pemesanan,
Pemesanan adalah komunikasi saluran kebelakang mengenai minat membeli oleh
anggota saluran pemasaran ke produsen.
5. Pembiayaan,
Untuk memiliki sebuah barang, apakah konsumen, penyalur atau pun produsen
diperlukan sejumlah dana. Dalam hal ini mereka harus melaksanakan fungsi
pembelanjaan (pembiayaan).
6. Pengambilan
Risiko, Anggota saluran distribusi mengambil beberapa risiko yang berhubungan
dengan pendistribusian produk dari perusahaan sampai kepada konsumen akhir.
7. Fisik,
Anggota saluran distribusi mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan
produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir. Fungsi fisik yang
dilaksanakan anggota saluran distribusi berhubungan dengan penyimpanan barang
dan transportasi.
8. Pembayaran,
Pembayaran adalah arus pembayaran/uang kepada penjual atas jasa atau produk
yang telah diserahkan.
9. Kepemilikan
Fungsi terakhir yang dilaksanakan oleh anggota saluran distribusi adalah fungsi
kepemilikan.
E. Tipe
Distribusi
Ada dua sistem distribusi dalam penyaluran hasil produksi, yakni:
- Distribusi langsung
Distribusi langsung merupakan distribusi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat (konsumen) oleh produsen tidak melalui perantara. Contoh dari distribusi langsung seperti, nelayan yang menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen
2. Distribusi tidak langsung
Distribusi tidak
langsung merupakan penyaluran hasil produksi kepada konsumen melalui perantara
tidak produsen langsung. Contohnya bisa lewat pedagang yang membeli dan menjual
kembali hasil produksi tanpa merubah bentuk dan tanggungjawab sendiri dengan
tujuaan
Tipe
distribusi antara lain:
1. Tipe saluran distribusi untuk barang konsumsi:
- Produsen ke Konsumen
- Produsen ke Pengecer ke Konsumen
- Produsen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen
- Produsen ke Agen ke Pengecer ke Konsumen
- Produsen ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen
2. Tipe saluran distribusi untuk barang industri:
- Produsen ke Pemakai Industri
- Produsen ke Distributor Industri ke Pemakai Industri
- Produsen ke Agen Distributor ke Industri Pemakai Industri
- Produsen ke Agen ke Pemakai Industri (Suwarno, Hengky. 2006).
F. Efektivitas
Evaluasi Dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi
Efektifitas mempunyai pengertian yaitu menunjukkan
taraf tercapainya suatu tujuan atau dengan kata lain efektif dapat diartikan
sebagai hasil yang diharapkan, semakin besar hasil yang diraih berarti semakin
menjadi efektif. Untuk dapat mengetahui tingkat efektifitas antara saluran
distribusi langsung dengan saluran distribusi tidak langsung, dapat dengan
membandingkan biaya distribusi yang dikeluarkan dengan volume penjualan yang
dihasilkan Suara Merdeka. Apabila hasil yang diperoleh dari pembagian biaya
distribusi dengan volume penjualan didapat jumlah yang besar, maka saluran
distribusi tersebut tidak efektif. Karena hal tersebut berarti untuk melakukan
penjualan tiap eksemplar dibutuhkan biaya yang besar.
G. Manajemen
Konflik Dalam Saluran Distribusi
Channel conflict atau konflik saluran adalah perselisihan atau
ketidaksepakatan di antara perusahaan anggota dalam saluran distribusi tertentu mengenai peran dan tujuan distribusi.
Konflik saluran berpotensi terjadi pada titik mana saja dalam saluran
distribusi. Misalnya, mungkin ada konflik tujuan atau peran di antara banyak
perusahaan di tingkat distribusi yang sama, misalnya antara dua pengecer, atau
pada tingkat saluran distribusi yang berbeda, misalnya antara grosir dan pengecer.
Yang pertama dikenal dengan konflik horizontal sedangkan yang kedua dikenal
dengan konflik vertical.
Konflik
saluran horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika
salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka. Konflik Vertikal terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika
kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika
pabrikan membuat saluran baru (Sari, Apri. 2006).
Konflik dapat di atasi dengan menggunakan strategi Distribusi, berikut beberapa strategi distribusi:
- Strategi Distribusi Intensif
Distribusi yang satu ini merupakan bentuk strategi yang menempatkan produk dagangan pada retailer, pengecer, serta distributor di berbagai tempat. Teknik ini sangat cocok Anda terapkan pada produk atau barang sehari-hari, terutama produk dengan permintaan konsumsi yang cukup tinggi. Strategi ini biasanya diterapkan dalam pemasaran sembako, sikat gigi, sabun, pasta gigi, deterjen, dan yang lainnya.
2. Strategi Distribusi Selektif
Strategi yang satu ini adalah metode distribusi yang dilakukan dengan cara menyalurkan produk dan jasa pada daerah pemasaran pilihan, disertai dengan proses pememilihan beberapa pengecer atau distributor dalam suatu daerah. Strategi ini biasa akan menciptakan persaingan diantara para pengecer dan distributor untuk saling berebut konsumen dan produk untuk didistribusikan. Contoh produk yang sering menerapkan strategi ini adalah kendaraan bermotor, produk elektronik, sepeda, buku, pakaian, dan sebagainya.
3. Strategi
Distribusi Eksklusif
Strategi distribusi eksklusif akan diterapkan dengan memberikan
hak distribusi produk kepada beberapa pengecer atau distributor di area
tertentu saja. Produk dengan strategi ini biasanya merupakan barang dengan
kualitas terbaik, berharga tinggi, serta dengan market konsumen yang terbatas.
Contoh strategi ini meliputi supermarket, minimarket, showroom mobil, factory outlet, hypermart dan sebagain
Referensi:
Suwarno,
Hengky. 2006. Sembilan Fungsi Saluran Distribusi: Kunci Pelaksanaan Kegiatan
Distribusi Yang Efektif. Jurnal Manajemen. Vol. 6 (1): 79-87.
Siaputra.
2012. Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Lokasi, Dan Promosi) Terhadap
Minat Beli Konsumen Pada Hotel Budget Di Kawasan Surabaya Pusat. Manajemen
Perhotelan, Universitas Kristen Petra.
Sari,
Apri. 2006. Evaluasi Saluran Distribusi Dalam Upaya Meningkatkan Volume
Penjualan Pada Pt. Suara Merdeka Press Kantor Perwakilan Surakarta. Program
Studi Diploma Iii Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas
Maret Surakarta.
https://budiprasetiyo105.wordpress.com/bauran-pemasaran-lokasisaluran-distribusi/
https://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/10/syarat-syarat-k3-keselamatan-dan.html