Tampilkan postingan dengan label marxisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marxisme. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2020

 

PARADIGMA MATERIALISME DIALEKTIS DALAM EPISTEMOLOGI KARL MARX

Marxisme adalah pandangan filsafat yang sudah banyak diperbincangkan di indoensia dan seluruh dunia. Ironisnya di Indonesia, secara hukum, marxisme masih dijadikan sebaagi ideologi terlarang lewat TAP MPRS No. XXV/1966. Padahal marxisme merupakan sebuah ideologi perlawanan terhadap ketidakadilan yang muncul dengan beraneka ragam bentuk baik kepemimpinan otoriter, kapitalisme modern, ataupun bentuk - bentuk lain. Hal ini bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa alasan, apalagi negara yang pernah mengalami luka sejarah akibat komunisme, sehingga wajar bila kesadaran masyarakat disesaki oleh ide-ide pembumi hangusan marxisme atau hal-hal yang berbau kiri.

Pada hampir semua buku, marx diposisikan sebagai ideolog dari pada aktivitas epistemologi. Apalagi ketika ajaran marx ini dibakukan menjdi sebuah ideolog oleh frederich engels (1820-1895) dan karl kautsky (1854-1938). Dalam pembakuan ajaran yang rumit dan sulit dimengerti, maka disederhanakan menjadi ideologi perjuangan kelas buruh. Namun, dalam pembakuan marxisme klasik tersebut, terdapat penyimpangan dari yang apa sebenernya di inginkan marx.   Pembakuan ajaran marx mencapi puncaknya ketika Partai komunis rusia di bawah Vladimir Ilyc Ulyanof atau dikenal lenin sejak revolusi Oktober 1917 mengintrodusir Marxisme-Leninisme menjadi ideologi internasional yang ditakuti. Kesalahan pemahaman ajaran marx menimbulkan pengikut yang dogmatis dan fanatik. Padahal menurut michel hurrungton, marx menginginkan kebebasan berpikir. Melihat teori-teorinya mengalami salah tafsir marx mengucapkan, ‘’sepanjang yang saya tau, saya bukan seorang marxis’’ (Muhammad Hatta, 1975:17).

Materialisme pada dasarnya adalah bentuk radikal dari naturalisme.  Naturalisme adalah pandangan yang hanya menerima alam sebagai suatu relaitas. Sedangkan materialisme lebih terbatas yang berarti adalah didunia ini tidak ada selain materi. Materialisme berpandangan bahwa semua kejadian dan kondisi adalah akibat yang lazim dari kondisi-kondisi sebelumnya. Sedangkan istilah dialektika yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Bila ditelusuri lebih jauh, istilah ini telah terkandung pada filsafat Herakleitos (500 SM) yang berarti pertentangan. Kemudian digunakan oleh Socrates sebagai metode untuk memperoleh ilmu pengetahuan dengan cara-cara berdialog, mempertanyakan, membahntah dan menjawab untuk memperoleh kepastian pengetahuan. Istilah ini kemudian juga terlembaga dalam filsafat Hegel (1770-1831), yang merumuskan dialektika sebagai teori persatuan dengan persatuan hal-hal yang bertentangan.   

Dalam konteks ini marx dan engels menerima prinsip dialektik tersebut, namun menolak landasan ontologis dialektika hegel. Kekeliruan hegel adalah menyajikannya dalam bentuk mistik. Menurut Hegel dan kaum idealis lainnya alam merupakan hasil dari ruh (absolut), sehingga dialektika yang muncul adalah dialektika idea. Artinya, hanya terjadi pada dunia abstrak, yaitu dunia ide atau pikiran. Bagi marx, segala sesuatu bersifat rohani adalah hasil dari materi, sehingga dialektika yang dibangun marx adalah dialektika materialis. Sejak awal, prinsip materialisme marx menentang materialisme dualistik yang populer dijamannya. Materialisme dualistik adalah pandangan yang menganggap bahwa relaitas terdiri dari substansi yang dapat dibagi, contohnya adalah dikotomi antara benda dan jiwa. Menurut marx, hanya benda satu-satunya kenyataan yang dapat diamati, tetapi tidak sekedar diamati saja, kenyataan itu merupaan aktivitas kesadaran manusia dan sekaligus perbutan manusia. Maka dari pada itu, pengetahuan yang diyakini marx adalah pengetahuan yang bersifat objektif dan ilmiah. Keteguhan marx untuk menerima ilmiah sebagai satu-satunya oengetahuan berasala dari asumsinya tentang benda sebagai kenyataan pokok.

Berdasarkan hal ini, maka filsafat materialisme marx telah muncul pemahaman bahwa kenyataan memunculkan kesadaran manusia. Materi pada akhirnya memunculkan sebuah ide. Tanpa, materi kesadaran manusia tidak terbentuk dab tanpa bahan dasar (materi dan dunia objektif) maka indra manusia tidak menerima apa-apa.

Kritik: Menurut saya, kesalahan utama dalam espistemologi marx adalah keterputusan manusia dengan hal-hal transendental (adi-kodrati). Kaarena dunia hanya dipahami sebagai materi atau benda, yang tidak mempunyai hubungan dengan kekuatan-kekuatan ghaib. Tetapi tidak hanya itu, tetapi dalam menemukan kebenaran tidak selalu melalui eksperimen empiris dan indra.   

Senin, 31 Agustus 2020

Stigmatisasi atas Terminologi "KIRI"

 

Prawacana

Memberikan Makna Bagi Epistemologi ‘Kiri’ Sejumlah Gagasan Besar Yang Menentang Sekaligus Melawan

a.       Pengantar: Stigmatisasi atas teminologi kiri

Istilah kiri seharusnya menjadi sesuatu yang biasa bagi kita untuk membedakan dengan terminologi ‘kanan’’. Tetapi, terminologi ini menjadi luar biasa ketika diendapkan dengan sebuah gerak sosial dan dimensi pemikiran. Bukan saja karena merusak dan melawan, tetapi juga karena menyimpan sejumlah gagasan besar dan memainkan peran signifikan dalam perubahan sosial. Menariknya terminologi ini kemudian menjadi ‘’hantu’’ ketika dilabelkan sebagai simbol revolusi seperti: sosialisme, marxisme, dan komunisme. Bahkan, dalam ruang kesadaran berfikir manusia saat ini, telah terlanjur melembaga stigmatisasi atas terminologi kiri. Hal seperti ini bukan terjadi tanpa dasar dan alasan. Apalagi untuk bangsa yang pernah mengalami “luka sejarah” akibat komunisme wajar bila kesadaran masyarakat kita di sesaki pembumihangusan akibat komunis. Masih segar dalam ingatan kita tanggal 19 april 2001 terjadi sweping dan pembakaran buku-buku kiri, khususnya buku yang menyimpan sejumlah gagasan besar seperti marxisme. Hal seperti ini termasuk gerakan naif, karena membungkam pikiran dengan gerakan fisik yang tidak mampu dilawan dengan pelemparan gagasan. Di masyarakat kita (khususnya indonesai) telah terjebak dalam rekontruksi berfikir yang salah kaprah, bahwa sesuatu yang mainstream atau berbeda darinya adalah komunis. Wacana kiri adalah pemikiran dan gerakan sosial yang senantiasa melawan, merusak dan kadang memang nakal untuk menghancurkan segala sesuatu yang bersifat mapan (establishment), terutama kekuasaan otoriter dan kapitalisme modern. Bisa jadi kemapanan tersebut memuat suatu unsur yang bersifat manipulatif untuk sekedar mempertahankan kemapanan tersebut. Inilah yang menajadi spirit gerakan kiri, pembongkaran kekuasaan yang berlindung dibalik jubah ideologi-ideologi.

Dalam prespektif epistemologi, pemikiran dan gerakan kiri sesungguhnya telah diletakkan pada pembacaan ulang secara kritis atas berbagai pengetahuan yang dominan. Ketika sebuah pengetahuan ditampilkan sebagai kebenaran satu-satunya, maka ia akan cenderung di nomor satukan sebagai kemapanan formal dan pada saat yang bersamaan ia akan meminggirkan realitas kebenaran lain. Monopoli seperti itu tampaknya bersumber dari logosentrisme, yaitu usaha memperoleh pengetahuan, namun dipusatkan atau diseragamkan. Kebenaran bersifat monolitik, cukup satu pintu saja. Tragisnya lagi bila kemudian atas nama kekuasaan keilmiahan akademik bahkan kekuasaan gelar (professor, doctor, dan sebagainya) lalu dimonopolilah kebenaran itu menjadi satu-satunya kebenaran. Monopoli kebenaran seolah- olah menjadi hak profesor-profesor dan doktor-doktor kita, yang menampilkan diri secara feodal sebagai raja-raja bagi sebuah imperium yang namanya dunia ilmiah. Padahal, model monopoli kebenaran merupakan cerminan pembelengguan kreativitas dan inovasi bagi realitas. Sesuatu yang berbeda darinya dianggap salah, sesat, dan haram untuk di ikuti. Dengan ditumpasnya pikiran-pikiran lain khsusunya kritis, tidak ada lagi kontrol atas penyalahgunaan model kebenaran ilmiah, sebuah pengetahuan yang sentralistik. Setiap kritik atasnya diaggap sebuah gerakan subversif. Akibanya, peradaban menjadi mati, karena daya kreatifitas pikiran yang merupakan pijar-pijar pencerahan dan benih tanaman pembaharuan dan dialektika penajaman pengetahuan ditutup saluran eksresinya.

 

Referensi:

Penulis       : Listiyono santoso

Tahun        : 2007

Judul          :  Epistemologi kiri.

Penerbit     : Arruz Media

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...