Tampilkan postingan dengan label price. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label price. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2021

 

Bauran Pemasaran Price (Harga)

Konsep Penetapan harga

    Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima oleh produsen dalam hal pertukaran jasa dan barang. Metode pricing ata penetapan harga dilakukan agar nilai atau biaya yang di tawarkan sesuai dengan produsen dan pelanggan. Harga yang ditentukan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan, nilai yang dirasakan pelanggan, dan nilai dari pesaing.

Hal yang harus diperhatikan dalam penetapan harga

  1. Identitas barang dan jasa
  2.   Biaya yang serupa di pasar
  3. Sasaran
  4.  Total biaya produksi (biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya mesin, dll)
  5. Elemen eksternal: kebijakan, ekonomi, regulasi, dll.
Tujuan Penetapan Harga

  1. Mempertahankan dan mmemperbaiki market share
  2. Meningkatkan laba
  3. Penguasaan pasar
  4. Mendapatkan pengembalian ivestasi yang di targetkan
  5. Mencegah atau mengurangi persaingan
  6. Pasar untuk ide inovatif

Faktor yang mempengaruhi penetapan harga:

1.      Faktor internal, adalah faktor yag berasal dari internal perusahaan yang mudah dan bisa di kendalikan.

a.       Sasaran perusahaan

b.      Strategi bauran pemasaran

c.       Sertimbangan organisasi

2.      Faktor eksternal, faktor yang berasal dari luar perusahaan yang sulit dan tidak bisa dikendalikan

a.       Pasar dan permintaan

b.      Produk life cycle

c.       Persaingan

d.      Elastisitas permintaan

e.       Lingkugan lain: ekonomi, politik, dan pemerintah

Metode Penetapan Harg

  1. Metode penetapan harga berbasis permintaan

Pada metode ini lebih mengedepankan aspek permintaan konsumen, atau situasi pasar dan aspek umum yaitu biaya.

Berikut mmetode penetapan harga jual berbasis permintaan:

  • Skimming pricing
Penetapan harga yang cukup tinggi di masa perkenalan dan menurunkan harga ketika persaingan mulai naik atau pasar sudah muli menurun daya tariknya.

  • Penetration pricing

Penetapan harga di awal rendah, dengan harapan tercapainya volume penjualan yang tinggi.

  • Prestige pricing

Menerapkan harga yag tinggi, relative tinggi  dengan harapan konsumen peduli dengan status akan tertarik produk

  • Price lining

Menetapkan harga lebih dari satu harga pada satu produk, didasarkan warna, model, trend

2. Penetapan harga berbasis biaya

Metode ini menetapkan harga produk dengan memperhitungkan semua aspek biaya produksi, operasional, dan pemasaran serta tingkat laba yang di harapkan.

  • Standart Mark-up Pricing

Penetapan harga produk ditentukan berdasarkan presentase tertentu dari biaya pemasaran. Misal presentase distributor10 %, agen atau grosir 15%, dan retailer 25%.

  • Cost Plus Mark-Up

Penetapa harga dengan menambahkan presentase terhadap biaya produksi dan biaya yang muncul akibat keberadaan produk. Misalnya: nilai sebuah kontrak.an seharga 10 jt, udah free air, listrik, dan wifi. Nah, untuk biaya air, listrik, wifi sekitar 15%.

3. Penetapan harga berbasis persaingan

  • Customary pricing

Penetapan harga produk ditentukan oleh faktor distribusi, saluran distribusi dan faktor lainnya yang digunakan untuk pegangan oleh pedagang.

  • Market pricing

Menetapkan harga dengan cara subjektif.

  • los leader pricing

Menetapkan harga di abwah total cost atau jual rugi, untuk mendpatkan share produk yang besar. Startegi ini bersifat sementara sampai program perusahaan selesai.

4. Penetapan harga berbasis laba

  • Target profit pricing

Menetapkan harga berdasarkan besaran laba tahunan yang di harapkan dengan menghitung berapa harga yang harus di tetapkan untuk jumlah unit produk tertentu

  • Target return on sales pricing

Perusahaan menentukan tingkat harga tertentu berdasarkan laba tertentu dalam volume penjualan tertentu.

Monitoring Pergerakan Harga, Produk, dan Kebijakan Distrbusi untuk Kebutuhan Perusahaan

Monitoring dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.      Mengidentifikasi saluran pemasaran, mengumpulkan data terkait saluran pemasaran, aktor yang terlibat, hambatan,  dan informasi lainnya.

2.      Mengidentifikasi pasar, terkait harga rata-rata pada pasar, kondisi pasar, dan hal lainnnya

3.  Memanfaatkan teknologi informasi untuk mengumpulkan informasi terkait harga yang berlaku.

Studi kasus

                Studi kasus pada jurnal  yang saya ambil berkaitan dengan Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Tempat dan Promosi) Terhadap Kepuasan Pelanggan Berubah Menjadi Loyalitas Pelanggan Pada Coldplay Juice Soji. Dari jurnal tersebut di peroleh bahwa Pengaruh bauran pemasaran (produk, harga, tempat dan promosi) menunjukkan hubungan yang positif terhadap kepuasan pelanggan, namun tidak semua variabel dalam bauran pemasaran menunjukkan hasil yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hal tersebut ditunjukkan pada path coefficients pada variabel produk, tempat dan promosi yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Variabel produk menunjukkan hasil signifikan sebesar 0.38 dan p- value kurang dari 0.01, ariabel tempat juga menunjukkan hasil signifikan sebesar 0.17, variabel promosi menunjukkan hasil signifikan sebesar 0.30 dan p-value kurang dari 0.01. Berbeda dengan variabel harga menunjukkan hasil p-value lebih dari 0.05 yang menunjukkan tidak signifikannya terhadap kepuasan pelanggan karena hasil yang ditunjukkan dengan p-value masing-masing yakni sebesar 0.13. Variabel kepuasan pelanggan memiliki pengaruh besar terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0.76 dan p-value kuran dari 0.01.

 

Referensi

https://distribusipemasaran.com/4-metode-penetapan-harga-yang-paling-banyak-diterapkan/

https://distribusipemasaran.com/penetapan-harga-produk-apa-saja-yang-harus-dipertimbangkan/

Setyowati, Putri Budi. 2018. Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Tempat dan Promosi) Terhadap Kepuasan Pelanggan Berubah Menjadi Loyalitas Pelanggan Pada Coldplay Juice Soji. Habitat. Vol. 29 (2). 57-64.

Sari, Puspita dan Kadek. 2016. ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT. HATTEN BALI DI KOTA DENPASAR. E-Jurnal Manajemen Unud. Vol. 5 (5). 3080-3105

  

Kamis, 17 Desember 2020

 

BAURAN PRODUK

 

Arti dan Macam- Macam Produk

Produk adalah hasil dari sebuah proses yang di buat oleh produsen yang di distribusikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam membeli ssuatu produk konsumen akan cenderung memilih berdasarkan selera dan harga. Dalam hal ini  banyak sekali pilihan produk yang menyebar di pasar.

Secara garis besar produk terbagi menajadi dua jenis, yaitu: produk konsumsi dan produk industri

·         Produk konsumsi  adalahh produk yang digunakann oleh konsumen akhir atau rumah tangga dengan maksud untuk dikonsumsi sendiri atau tidak dijual lagi.

Terdiri dari :

a.       Barang kebutuhan sehari-hari, adalah barang yang pada umumnya sering di gunakan dan memerlukan usaha yang sangat kecil. Misalnya barang kelontong, baterai, dan lain-lain

b.      Barang belanja, adalah barang yang dibeli oleh konsumen yang didasarkan pada keseuaian mutu, harga, dan model. Contoh : montor, pakaian dan lain-lain.

c.       Barang khusus, yaitu barang yang memiliki ciri khas keunikan tertentu dalam suatu kelompok. Contoh eiger, rei, identic dengan gunung.

·         Produk industri, barang yang akan di olah Kembali dan menjadi luas dipergunakan dalam pengembangan pemasaran.

a.       Bahan mentah, yaitu barang yang menjadi bahan baku untuk menhasilkan suatu output, contoh: kayu hutan, beras, dan lain-lain

b.      Bahan baku dan suku cadang pabrik, yaitu barang yang digunakan sebagai suku cadang actual bagi produk lainnya, contoh  mesin, peralatan, dan lain-lain

c.       Perbekalan operasional, barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari bagi sektor inustri, contoh alat perkantoran.

Strategi Pemasaran Produk

Pemasaran meruapakan salah satu faktor penting agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Konsep pemasaran dijadikan proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia. Bauran pemasaran dilakukan oleh manager pemasaran berdasarkan pasar sasaran dan penentuan posisi produk di pasar sasaran. Menurut Kotler (2000), bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran. Bauran produk mencakup berbagai aspek, antara lain:

·         Lebar suatu bauran produk mengacu pada beberapa banyak lini produk yang berbeda dimiliki perusahaan tersebut

·         Panjang suatu bauran produk mengacu pada jumlah seluruh barang dalam bauran tersebut

·         Kedalaman suatu bauran produk mengacu pada berapa banyak jenis yang ditawarkan masingmasing produk dalam lini tersebut.

·         Konsistensi bauran produk mengacu pada seberapa erat hubungan berbagai lini produk dalam penggunaan akhir, ketentuan produksi, saluran distribusi, atau hal-hal lainnya.

Beberpa hal yang bisa di gunakan dalam melakukan strategi pemasaran, antara 

  1.   Ketahui target pasar anda
  2. Menggunakan sosial media
  3.  Melakukan promosi
  4. Memilih tempat yang strategis
  5. Menjalin hubungan baik dengan konsumen
  6. Memberikan pelayanan terbaik
  7. Melakukan kemitraan dengan pihak ketiga influenser, e ecommers  dan pemasok

Alasan pentingnya melakukan sstrategi pemasaran:

  1. Punya target pasar yang jelas
  2. Persuasi target pasar lebih muda
  3. Koordinasi tim lebih luas

Arti dan Jenis Jasa

Menurut convesrse, macam-macam jasa dikelompokan sebagai berikut:

  1.  Personalized service, adalah jasa yang mengutamakan pelayanan orang lain dan perlengkapannya. Contohnya seperti tukang cukur, laundry, salon kecantikan.
  2.  Financial service, pelayanan dalam bidang keuangan seperti perbankan, asuransi, dan Lembaga penanaman modal. Perusahaan public utility mempunyai monopoli secara ilmiah, misalnya pertamina dan perusahaan listrik.
  3. Entertainment, merupakan jasa dalam kelompok usaha-usaha bidang olahraga, bioskop, Gedung-gedung pertunjukan, dan usaha hiburan lainnya
  4. Hotel services, merupakan sarana dalam bidang pariwisata. Contohnya hiburan, travel, tempat rekreasi.

Strategi Pemasaran Jasa

Strategi pemasaran dalam bisnis jasa mungkin agak lebih menantang dari pada pemasaran produk. Dalam pemasaran jasa tidak menjual sesuatu yang nyata. Anda harus menjual sesuatu yang bersifat intangible. jasa adalah rencana keseluruhan suatu perusahaan jasa agar konsumen potensial dapat menikmati produk jasa yang diberikan. Strategi pemasaran yang diterapkan juga berbeda dengan pemasaran produk barang.

Strategi pemasaran jasa yang dapat dilakukan adalah:

  1. Membangun user experience (pengalaman pelanggan yang baik)
  2.  Membangun kepercayaan pada konsumen, poin penting pada pemasaran jasa adalah membuat konsumen percaya terhadap produk yang kita. Jika jasa yang dibeli tidak memenuhi harapan konsumen, tanpa adanya pengembalian atau diperbolehkan untuk menukarnya. Hal seperti ini dapat memberikan brand jelek pada usaha jasa kita.
  3. Meningkatkan customer service, mengingat jasa pertanian bersifat perishability atau tidak dapat disimpan.

Studi kasus

Contoh studi kasus yang saya ambil adalah  bauran produk pada tanaman hias potong diperusahaan liebe desa cihideung kecamatan parongpong kabupaten bandung barat. Bunga potong merupakan bunga yang dimanfaatkan sebagai bahan rangkaian bunga untuk berbagai keperluan dalam daur hidup manusia mulai dari kelahiran, perkawinan dan kematian. Perusahaan Liebe merupakan produsen yang memproduksi dan memasarkan tanaman hias potong. tanaman hias yang dihasilkannnya meliputi bunga mawar, bunga gerbera/hebras dan bunga krisan. Bauran produk yang ditereapkan di perusahaan Liebe yaitu meliputi nama dan variasi/keanekaragaman produk, merek perusahaan, kualitas produk, grading mawar dan kemasan produk diperusahaan Liebe. Perusahaan Liebe memiliki dua cara dalam melakukan pemasarannya yaitu perusahaan Liebe memiliki toko bunga sendiri dan dengan menawarkan jasa dekorasi. Permasalahan bauran produk yang dialami perusahaan Liebe yaitu belum memiliki merek dagang dan label, belum melakukan penggradingan terhadap bunga gerbera/hebras dan bunga krisan

Referensi:

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/produk-jasa-pengertian-karakteristik.html

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-sukses-strategi-pemasaran-jasa/#:~:text=Sehingga%20dapat%20disimpulkan%20bahwa%20strategi,dapat%20menikmati%20produk%20yang%20diberikan..

Diem. Ade. 2013. PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Program Studi Manajemen. Universitas Sriwijaya.

Hendri. Riva dan Besmi. 2016. Analisis Bauran Produk pada Tanaman Hias Potong di Perusahaan Liebe Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Agrimart. Vol. 3 (1): 1-10

M. Tohar. 2000. Membuka Usaha kecil. Kanisius. Yogyakarta

 

 

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...