Tampilkan postingan dengan label Pemasaran Beras Merah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran Beras Merah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2021

 MANAJEMEN PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK

 

Profil Singkat Perusahaan

Nama Perusahaan: PT Demos Food 

Nama Merek: Cap Waras

Target Omzet : 1 Miliar

Pemilik : Ardan Bagus Jiwantono

A. Analisis STP Pada Beras Merah Organik

Segmenting

    Setiap pembeli memiliki keinginan, sumber daya, lokasi, sikap dalam membeli yang berbeda-beda. Melalui segmentasi pasar, perusahaan dapat membagi pasar menjadi segmen yang lebih kecil yang dapat diraih lebih efisien dan efektif dengan produk dan jasa yang cocok dengan kebutuhan unik pembeli (Widjaya, Peter, 2017)

Berikut penentuan segmentasi pasar beras merah organik:

  •  Segmentasi geografis

        Konsumen beras merah organik ini ada hampir diseluruh daerah di jawa. Jawa Timur ada : Lamungan, Gresik, sidoarjo, malang, Mojokerto dan Surabaya. Jawa tengah ada solo, semarang, magetan, dan Yogyakarta. Jawa barat ada Jakarta, bandung, dan Cirebon. Konsumen terbesarnya ada di daerah Surabaya dan Jakarta. Segmentasinya lebih banyak ke wilayah Surabaya dan Jakarta karena banyaknya masyarakat yang mengikuti pola hidup sehat.

  •  Segmentasi Demografis

        Segmentasi Demografis perusahaan beras merah organik difokuskan pada beberapa aspek, seperti jenis kelamin, pendapatan, usia, Pendidikan, dan profesi. Pada aspek pendapatan lebih tertuju pada kelas menengah ke ata  dengan upah di atas rata-rata. Pada aspek jenis kelamin lebih dituju ke perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan lebih suka diet atau menerapkan gaya hidup sehat. Usia lebih dtujukan dengan usia 30 tahun ke atas. Pendidikan ditujukan untuk yang berpendidikan S1. Dan untuk profesi ditujukan untuk pegawai swasta dan pegawai negri.

  • Segmentasi Psikografis

    Untuk segmentasi psikografis, konsumen yang di tuju adalah konsumen yang memiliki gaya hidup sehat. Hal ini dapat dilihat dari manfaat dan alasan konsumen mengkonsumsi beras merah organik.

  • Segmentasi Perilaku

Segmentasi ini lebih ditujukan untuk orang yang lebih suka berolahraga.

Targeting

        Targeting digunakan untuk lebih memfokuskan strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial. Perusahaan PT Demos Food lebih emilih target pasarnya adalah kelompok konsumen yang berpendapatan diatas upah rata-rata dan berpola hidup sehat.

Positioning

        Untuk mengidentifikasi posisi pasar, perusahaan PT Demos Food ini memposisikan diri sebagai perusahaan yang masih baru. Disamping itu, perusahaan ini juga menentukan keunggulan kompetitif dimana produk memiliki kemasan yang menarik dan sudah masuk di beberapa situs jual beli digital .

B. Bauran Pemasaran (4P)

        Bauran pemasaran dari produk, harga, promosi, dan distribusi adalah istilah di mana perusahaan mewujudkan strateginya dari sebuah pernyataan tujuan untuk berusaha di pasar.

Product

        Perusahaan PT Demos Food memproduksi beras beras merah dengan merek cap warasa dengan berbagai macam ukuran: ada 1 kg, 2kg, 5 kg, 10kg dan 50kg. Beras merah organik ini adalah produk andalan dimana kualitas yang unnggul di bahan baku dimana dalam proses budidayanya tidak menggunakan pestisida maupun pupuk anorganik. Produk ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari MUI dan BPOM. Jika dilihat dari desain produknya sendiri dikemas menggunakan plastik dengan merek dagang didepannya. Kemasan sudah tergolong modern, karena menggunakan mesin dalam pengemasannya. Hal in dilakukan untuk menjaga kualitas beras merah organik. Beras ini mampu bertahan sekitar 1 tahun jika dalam kemasan. Nama merek produk ini masih belum terlalu dikenal oleh konsumen. Hal inilah yang menjadikan perusahaan untuk lebih fokus pada sistem pemasarannya.

Price

        Beras merah organik yang di produksi oleh PT Demos Food ini dijual langsung atau partai dalam jumlah besar dan juga eceran. Harga beras merah organic 1kgnya seharga Rp. 25.00, 2kg seharga Rp. 48.000, 5 Kg seharga Rp. 115.000 . Harga tersebut sangat terjangkau bila dibandingkan dengan harga beras merah organic lainnya yang berada dikisaran harga Rp. 30.000 Per Kg nya. Harga beras merah organik yang ditentukan awalnya tidak akan dilakukan perubahan meskipun harga bahan bibit fluktuatif. Namun, seiring waktu, dengan naiknya semua harga saprodi dan harga bahan pangan, perusahaan harus mempertahankan diri di pasar dengan ikut menaikkan harga. Harga yang dinaikkan sudah melalui perhitungan dan pertimbangan dimana harga tidak akan melebihi harga pasar dan masih terjangkau di kalangan konsumen. Untuk harga dengan kompetitor, harga yang ditetapkan perusahaan bisa dibilang harga yang kompetitif namun ada beberapa kompetitor lain yang mempunyai harga yang lebih murah.

Place

        Lokasi pemasaran beras organik ini berada di area bojonegoro, lamungan, dan Surabaya. Untuk pendistribusian perusahaan menggunakan mobil box yang sudah terjadwal pengirimannya disetiap daerah. Dalam keterkaitan dengan distribusi, retur pernah dilakukan konsumen karena kerusakan pada kemasan ketika di tempat tujuan, namun tingkat retur produk sangatlah kecil bahkan bisa dianggap tidak terlalu material. Dalam hal penyimpanan beras merah organik sendiri, perusahaan menyimpan di tempat yang aman, terlindung dari sinar matahari, di tempat yang tidak lembab untuk menjaga kualitas beras merah organik (Rantau, et all, 2017).

Promotion

        Dalam hal promosi perusahaan ini sudah menggunakan beberapa media online maupun offline. Media offline dilakukan dalam bentuk sponsorship, public relation dan menyebar selembaran pamflet produk. Sedangkan media online menggunakan berbagai macam sosial media mulai dari Instagram, FB, whatsapp,  shopee, dan Lazada. Penggunaan media online ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam memasarkan produk.   

C. Media Promosi


Poster pemasaran beras merah organik merek Cap WARAS yang di produksi oleg PT Demos Food

D. Analisis Daya Saing Beras Merah Organik di Asean

Peluang

        Hingga saat ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara importir beras terbesar di dunia, khususnya di negara-negara Asean. Pengembangan padi organik adalah upaya untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia saat harus berhadapan dengan produk pertanian, khususnya padi, dari negara lain di Asean. Mempertimbangkan bahwa hingga saat ini Indonesia adalah importir beras terbesar di Asean, untuk juga sebaliknya dapat mengekspor ke beberapa negara Asean, Indonesia harus mengambil dan menciptakan peluang pasar beras spesifik yang sejauh ini belum banyak dikembangkan secara massive di negara Asean lainnya (Imelda, et all, 2017). Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pelestarian lingkungan juga mendorong peningkatan permintaan masyarakat terhadap sumber pangan sehat, termasuk di dalamnya beras sehat atau lebih jauh lagi beras merah organik. Kebutuhan beras organik organik baik di pasar lokal maupun ekspor dari tahun ke tahun juga terus berkembang.. Kesadaran terhadap pangan sehat dan kelestarian lingkungan adalah peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sebelum ceruk pasar ini diambil oleh negara Asean lain

Kondisi

    Liberalisasi perdagangan menyebabkan semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor salah satunya beras organik. Permintaan pasar global beras merah organik semakin meningkat. Namun hal ini Indonesia dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai negara pengeskpor beras organik di dunia. Beras organik yang diekspor oleh Indonesia berupa beras organik putih, beras hitam, beras merah dan beras coklat. Eskpor beras organik sampai dengan juni 2019 indonesia berhasil mengekspor ke beberapa negara, seperti jepang, hongkong, jerman, US, Prancis dan singapura. Ekspor tersebut dilakukan oleh beberapa perusahaan diantaranya PT Sejahtera Makmur Semesta, CV Shinta Rama, PT Bumi Subur Sejahtera Listari, dan PT Bloom Agro.  Para pengambil kebijakan dan regulator juga harus berperan dalam memperlancar dan mempermudah berkembangnya usaha tani ini dalam arti membuat pengembangan usaha padi merah organik ini menguntungkan dan adil bagi semua pihak yang terlibat ( Jakiyah, Ulpah, 2017).

Referensi:

Imelda, et all. 2017. Kajian Pemasaran Beras Merah Di Wilayah Perbatasan (Entikong) Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Social Economic Of Agriculture. Vol. 6 (2):27-41.

Jakiyah, Ulpah. 2017. Analisis Daya Saing Usahatani Beras Organik Di Provinsi Jawa Barat (Competitiveness Analysis Of Organic Rice Farming In West Java). Jurnal Hexagro. Vol. 1 (1): 38-42.

Rantau, I Ketut, et all. 2017. Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata. Vol. 6 (4): 596-605.

Widjaya, Pieter. 2017. Analisis Segmenting, Targeting, Positioning Dan Marketing Mix Pada Pt.Murni Jaya. Jurnal AGORA. Vol. 5(1): 1-10

 

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...