Rabu, 17 Maret 2021

 Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu"


Nama   : Ardan Bagus Jiwantono

Nim     : 180321100073

Alasan saya memilih bisnis ini adalah karena melihat sejak pandemi covid 19 ini melanda seluruh negara, menyebabkan perubahan gaya hidup masyarakat teruma di bidang Kesehatan. Banyak masyarakat yang lebih memperhatikan gaya hidup sehat. Salah satunya adalah berolahraga dan berjemur. Namun, hal ini kurang maksimal jika tidak di damping oleh makanan dan minuman Kesehatan. Salah satu rekomendasi minuman yang direkomendasikan oleh pemerintah dan Lembaga Kesehatan adalah jahe, kunyit, manggis, temulawak dan serai. Minuman ini dapat membantu menjaga dan meningkatkan imunitas pada saat beraktivitas sehari-hari. Kesibukan sehari-hari membuat kebanyakan orang melalaikan Kesehatan mereka dengan alasan malas menjaga. Minuman serbuk sari “SariMu” ini memberikan alternatif bagi orang yang malas membuat minuman dengan ribet. Serbuk sari mu juga sangat cocok untuk mengurangi sakit ketika menstruasi, memperlancar pencernaan, meningkatkan kesuburan pria dan menghilangkan mual. Selain itu, melihat kondisi petani yang masih kebingungan mencari pasar untuk menjual hasil panen rempahnya merupakan suatu permasalahan yang tak kunjung usai. Biasanya petani menjual hasil panennya di tengkulak dengan harga yang kurang sesuai. Dengan adanya pengelolaan sari rempah ini dapat membantu meningkatkan nilai tambah dan memberikan hagrga yang lebih pantas bagi hasil panen petani rempah.

 

Nama   : Meyga Alfina Inge Abdillah

Nim     : 180321100066

Alasan: Jahe instant banyak dikenal oleh masyarakat, dan produk ini belum banyak tersedia di pasaran sehingga peluang usaha pembuatan jahe instant ini terbuka lebar. Pembuatan jahe instant ini merupakan alternatif usaha yang menguntungkan karena cara pembuatannya sederhana, biaya tidak mahal, dan penampilan produk cukup menarik. Serta memiliki banyak manfaat seperti:

1.      Mengurangi Rasa Sakit Saat Menstruasi

Wanita kerap merasakan sakit perut pada saat menstruasi. Jadi bisa mengonsumsi jahe untuk membantu mengurangi rasa sakit tersebut.

2.      Menyehatkan Sistem Pencernaan

Jahe juga memiliki manfaat untuk menjaga sistem pencernaan. Mengonsumsi jahe dapat mencegah perut kembung, sembelit, atau naiknya asam lambung. Jahe yang ditambahkan dalam makanan pun juga berfungsi untuk mencegah keracunan makanan akibat bakteri.

3.      Meningkatkan Kesuburan Pria

Manfaat jahe juga dapat dirasakan oleh pria. Jahe dipercaya dapat meningkatkan jumlah hormon testosteron yang dapat meningkatkan kesuburan pria.

4.      Menghilangkan Mual

Baunya yang khas dan kandungan yang dimilikinya dapat digunakan untuk menghilangkan rasa mual. Selain itu, mengonsumsi jahe juga bisa digunakan untuk mengatasi mabuk laut. Kamu bisa memanfaatkan jahe dengan cara merebus airnya atau mencampurnya ke dalam teh.

 

Nama   : Syafi’i Firmansyah

NIM    : 180321100065

Alasan memilih produk olahan serbuk rempah-rempah karena indonesia merupakan negara penghasil rempah-rempah yang sangat baik dan memiliki banyak sekali manfaat yang sudah digunakan sejak jaman dahulu beberapa contoh rempah-rempah seperti jahet, kunyit, dan temu lawak.

Manfaat:

1.      Jahe (mengatasi perut kembung, meriang, badan kedinginan, dan meningkatkan daya tahan tubuh)

2.      Kunyit (mengobati mag, perut kembung, meredakan nyeri haid, mengendalikan gula darah)

3.      Temu lawak (meningkatkan nafsu makan, stamina, imunitas, dan mengatasi peradangan)



Jumat, 22 Januari 2021

 MANAJEMEN PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK

 

Profil Singkat Perusahaan

Nama Perusahaan: PT Demos Food 

Nama Merek: Cap Waras

Target Omzet : 1 Miliar

Pemilik : Ardan Bagus Jiwantono

A. Analisis STP Pada Beras Merah Organik

Segmenting

    Setiap pembeli memiliki keinginan, sumber daya, lokasi, sikap dalam membeli yang berbeda-beda. Melalui segmentasi pasar, perusahaan dapat membagi pasar menjadi segmen yang lebih kecil yang dapat diraih lebih efisien dan efektif dengan produk dan jasa yang cocok dengan kebutuhan unik pembeli (Widjaya, Peter, 2017)

Berikut penentuan segmentasi pasar beras merah organik:

  •  Segmentasi geografis

        Konsumen beras merah organik ini ada hampir diseluruh daerah di jawa. Jawa Timur ada : Lamungan, Gresik, sidoarjo, malang, Mojokerto dan Surabaya. Jawa tengah ada solo, semarang, magetan, dan Yogyakarta. Jawa barat ada Jakarta, bandung, dan Cirebon. Konsumen terbesarnya ada di daerah Surabaya dan Jakarta. Segmentasinya lebih banyak ke wilayah Surabaya dan Jakarta karena banyaknya masyarakat yang mengikuti pola hidup sehat.

  •  Segmentasi Demografis

        Segmentasi Demografis perusahaan beras merah organik difokuskan pada beberapa aspek, seperti jenis kelamin, pendapatan, usia, Pendidikan, dan profesi. Pada aspek pendapatan lebih tertuju pada kelas menengah ke ata  dengan upah di atas rata-rata. Pada aspek jenis kelamin lebih dituju ke perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan lebih suka diet atau menerapkan gaya hidup sehat. Usia lebih dtujukan dengan usia 30 tahun ke atas. Pendidikan ditujukan untuk yang berpendidikan S1. Dan untuk profesi ditujukan untuk pegawai swasta dan pegawai negri.

  • Segmentasi Psikografis

    Untuk segmentasi psikografis, konsumen yang di tuju adalah konsumen yang memiliki gaya hidup sehat. Hal ini dapat dilihat dari manfaat dan alasan konsumen mengkonsumsi beras merah organik.

  • Segmentasi Perilaku

Segmentasi ini lebih ditujukan untuk orang yang lebih suka berolahraga.

Targeting

        Targeting digunakan untuk lebih memfokuskan strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial. Perusahaan PT Demos Food lebih emilih target pasarnya adalah kelompok konsumen yang berpendapatan diatas upah rata-rata dan berpola hidup sehat.

Positioning

        Untuk mengidentifikasi posisi pasar, perusahaan PT Demos Food ini memposisikan diri sebagai perusahaan yang masih baru. Disamping itu, perusahaan ini juga menentukan keunggulan kompetitif dimana produk memiliki kemasan yang menarik dan sudah masuk di beberapa situs jual beli digital .

B. Bauran Pemasaran (4P)

        Bauran pemasaran dari produk, harga, promosi, dan distribusi adalah istilah di mana perusahaan mewujudkan strateginya dari sebuah pernyataan tujuan untuk berusaha di pasar.

Product

        Perusahaan PT Demos Food memproduksi beras beras merah dengan merek cap warasa dengan berbagai macam ukuran: ada 1 kg, 2kg, 5 kg, 10kg dan 50kg. Beras merah organik ini adalah produk andalan dimana kualitas yang unnggul di bahan baku dimana dalam proses budidayanya tidak menggunakan pestisida maupun pupuk anorganik. Produk ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari MUI dan BPOM. Jika dilihat dari desain produknya sendiri dikemas menggunakan plastik dengan merek dagang didepannya. Kemasan sudah tergolong modern, karena menggunakan mesin dalam pengemasannya. Hal in dilakukan untuk menjaga kualitas beras merah organik. Beras ini mampu bertahan sekitar 1 tahun jika dalam kemasan. Nama merek produk ini masih belum terlalu dikenal oleh konsumen. Hal inilah yang menjadikan perusahaan untuk lebih fokus pada sistem pemasarannya.

Price

        Beras merah organik yang di produksi oleh PT Demos Food ini dijual langsung atau partai dalam jumlah besar dan juga eceran. Harga beras merah organic 1kgnya seharga Rp. 25.00, 2kg seharga Rp. 48.000, 5 Kg seharga Rp. 115.000 . Harga tersebut sangat terjangkau bila dibandingkan dengan harga beras merah organic lainnya yang berada dikisaran harga Rp. 30.000 Per Kg nya. Harga beras merah organik yang ditentukan awalnya tidak akan dilakukan perubahan meskipun harga bahan bibit fluktuatif. Namun, seiring waktu, dengan naiknya semua harga saprodi dan harga bahan pangan, perusahaan harus mempertahankan diri di pasar dengan ikut menaikkan harga. Harga yang dinaikkan sudah melalui perhitungan dan pertimbangan dimana harga tidak akan melebihi harga pasar dan masih terjangkau di kalangan konsumen. Untuk harga dengan kompetitor, harga yang ditetapkan perusahaan bisa dibilang harga yang kompetitif namun ada beberapa kompetitor lain yang mempunyai harga yang lebih murah.

Place

        Lokasi pemasaran beras organik ini berada di area bojonegoro, lamungan, dan Surabaya. Untuk pendistribusian perusahaan menggunakan mobil box yang sudah terjadwal pengirimannya disetiap daerah. Dalam keterkaitan dengan distribusi, retur pernah dilakukan konsumen karena kerusakan pada kemasan ketika di tempat tujuan, namun tingkat retur produk sangatlah kecil bahkan bisa dianggap tidak terlalu material. Dalam hal penyimpanan beras merah organik sendiri, perusahaan menyimpan di tempat yang aman, terlindung dari sinar matahari, di tempat yang tidak lembab untuk menjaga kualitas beras merah organik (Rantau, et all, 2017).

Promotion

        Dalam hal promosi perusahaan ini sudah menggunakan beberapa media online maupun offline. Media offline dilakukan dalam bentuk sponsorship, public relation dan menyebar selembaran pamflet produk. Sedangkan media online menggunakan berbagai macam sosial media mulai dari Instagram, FB, whatsapp,  shopee, dan Lazada. Penggunaan media online ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam memasarkan produk.   

C. Media Promosi


Poster pemasaran beras merah organik merek Cap WARAS yang di produksi oleg PT Demos Food

D. Analisis Daya Saing Beras Merah Organik di Asean

Peluang

        Hingga saat ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara importir beras terbesar di dunia, khususnya di negara-negara Asean. Pengembangan padi organik adalah upaya untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia saat harus berhadapan dengan produk pertanian, khususnya padi, dari negara lain di Asean. Mempertimbangkan bahwa hingga saat ini Indonesia adalah importir beras terbesar di Asean, untuk juga sebaliknya dapat mengekspor ke beberapa negara Asean, Indonesia harus mengambil dan menciptakan peluang pasar beras spesifik yang sejauh ini belum banyak dikembangkan secara massive di negara Asean lainnya (Imelda, et all, 2017). Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pelestarian lingkungan juga mendorong peningkatan permintaan masyarakat terhadap sumber pangan sehat, termasuk di dalamnya beras sehat atau lebih jauh lagi beras merah organik. Kebutuhan beras organik organik baik di pasar lokal maupun ekspor dari tahun ke tahun juga terus berkembang.. Kesadaran terhadap pangan sehat dan kelestarian lingkungan adalah peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sebelum ceruk pasar ini diambil oleh negara Asean lain

Kondisi

    Liberalisasi perdagangan menyebabkan semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor salah satunya beras organik. Permintaan pasar global beras merah organik semakin meningkat. Namun hal ini Indonesia dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai negara pengeskpor beras organik di dunia. Beras organik yang diekspor oleh Indonesia berupa beras organik putih, beras hitam, beras merah dan beras coklat. Eskpor beras organik sampai dengan juni 2019 indonesia berhasil mengekspor ke beberapa negara, seperti jepang, hongkong, jerman, US, Prancis dan singapura. Ekspor tersebut dilakukan oleh beberapa perusahaan diantaranya PT Sejahtera Makmur Semesta, CV Shinta Rama, PT Bumi Subur Sejahtera Listari, dan PT Bloom Agro.  Para pengambil kebijakan dan regulator juga harus berperan dalam memperlancar dan mempermudah berkembangnya usaha tani ini dalam arti membuat pengembangan usaha padi merah organik ini menguntungkan dan adil bagi semua pihak yang terlibat ( Jakiyah, Ulpah, 2017).

Referensi:

Imelda, et all. 2017. Kajian Pemasaran Beras Merah Di Wilayah Perbatasan (Entikong) Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Social Economic Of Agriculture. Vol. 6 (2):27-41.

Jakiyah, Ulpah. 2017. Analisis Daya Saing Usahatani Beras Organik Di Provinsi Jawa Barat (Competitiveness Analysis Of Organic Rice Farming In West Java). Jurnal Hexagro. Vol. 1 (1): 38-42.

Rantau, I Ketut, et all. 2017. Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata. Vol. 6 (4): 596-605.

Widjaya, Pieter. 2017. Analisis Segmenting, Targeting, Positioning Dan Marketing Mix Pada Pt.Murni Jaya. Jurnal AGORA. Vol. 5(1): 1-10

 

Jumat, 15 Januari 2021

 

“MENGEVALUASI POTENSI DAN PELUANG EKSPOR”

1.      Keunggulan Kompetitif dari Produk yang Meliputi Harga, Kualitas, Kemasan, dan Biaya Produksi.

      Keunggulan kompetitif merupakan suatu kondisi yang menggambarkan dimana keadaan suatu perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Keunggulan kompetitif akan bergantung pada kecepatan pesaing untuk melampaui perusahaan, sehingga kecepatan tersebut dapat digunakan untuk menentukan berapa lama keunggulan kompetitif akan bertahan. Pengembangan suatu usaha dalam perusahaan tidak akan dapat dipisahkan dari faktor-faktor kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif seperti yang diharapkan. Faktor-faktor kunci utaman yang harus dimiliki dalam industri ada empat, antara lain adalah :

  •  Harga

    Harga jual produk merupakan hal utama yang dapat mempengaruhi tingkat pembelian suatu produk. Harga juga sangat identik dengan kualitas produk yang dihasilkan. Walaupun suatu produk memiliki kualitas yang baik namun apabila harga jual produk tersebut terlalu tinggi perusahaan akan kesulitan dalam melakukan penjualan. Sehingga perusahaan harus mampu menawarkan berbagai macam produk dengan kualitas yang baik dan aman untuk digunakan oleh konsumen dengan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen.

  • Produk dan Kualitas Produk

    Kualitas produk merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kesuksesan suatu perusahaan. Sehingga pihak perusahaan harus mampu berkomitmen untuk menggunakan bahan baku yang layak dan aman untuk digunakan dalam pembuatan produk tersebut. Penggunaan bahan baku yang berkualitas akan menambah daya tarik konsumen dan menghindari dampak negatif yang akan diterima oleh konsumen maupun perusahaan. Selain itu apabila suatu perusahaan menggunakan bahan baku yang baik dan aman produk yang dihasilkan juga akan memiliki kualitas yang baik.

  • Kemasan

    Kemasan suatu produk juga menjadi daya tarik bagi konsumen, pada umumnya dalam pembelian sebuah produk konsumen akan melihat apakah kemasan yang digunakan sebuah produk tersebut menarik atau tidak. Bentuk kemasan yang cukup menarik dan unik akan mempengaruhi jumlah peningkatan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan. Semakin menarik kemasan produk, semakin meningkat pula keinginan konsumen untuk membeli produk tersebut. Selain itu penggunaan kemasan pada produk juga digunakan untuk menjaga keamanan dan kebersihan suatu produk agar kualitasnya tetap terjaga.

  • Kualitas

    Adanya peningkatan inovasi terhadap produk maka juga akan meningkatkan permintaan akan produk tersebut. Inovasi produk memiliki tujuan untuk menarik keinginan konsumen untuk membeli produk tersebut. Selain itu inovasi produk juga dilakukan untuk menghindari rasa bosan dan kejenuhan konsumen terhadap satu macam produk saja. Jenis produk yang dihasilkan telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

 2.   Ciri-Ciri Pasar Potensial Dengan Pendekatan Permintaan dan Penawaran

a.       Pasar potensional tentunya memiliki beberapa ciri-ciri. Adapun ciri-ciri pasar potensional antara lain:

·         Tidak akan menghabiskan modal

·         Bisa ditingkatkan menjadi skala industri

·         Usaha memiliki nilai jual yang cukup tinggi

·         Usaha tersebut mempunyai waktu bertahan yang cukup lama di pasar

·         Tidak bersifat musiman

  • Pendekatan Permintaan

            Pendekatan permintaan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi dan potensi yang dimiliki oleh pasar. Seperti halnya permintaan konsumen terhadap suatu barang dan jasa tidak akan ada habisnya, sehingga sebagai seorang pebisnis harus mampu melihat kebutuhan yang sedang dibutuhkan oleh konsumen. Permintaan konsumen dapat dilihat dari kebutuhan, jumlah konsumen, dan target pasar yang akan dibidik. Contohnya masyarakat yang tinggal didaerah pedesaan banyak yang pergi menuju kota untuk membeli barang-barang ataupun kebutuhan yang tidak tersedia didesa tersebut. Dengan adanya pendekatan dan penelitian, seorang bebisnis akan mengetahui adanya peluang usaha yang harus didirikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

  • .       Pendekatan Penawaran

            Pendekatan penawaran ini berawal dari kemampuan yang dimiliki oleh seorang wirausahawan dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan baik dari jasa maupun produk yang dihasilkan dan aktivitas lainnya. Pendekatan penawaran ini bisa dilakukan dengan mencari pasar yang membutuhkannya dan juga harus memahami keinginan konsumen maupun trend yang sedang berlaku dikalangan masyarakat pada saat itu. Pada pendekatan penawaran ini seorang wirausaha harus mengetahui siapa target pasar kita, kualitas dan kelebihan produk yang kita miliki dibandingkan dengan produk lain atau produk pesaing. Dengan begitu kita akan mengetahui tingkat persaingan usaha yang sedang dijalankan.

 

3.      Bagaimana Ciri dan Teknis Menentukan Ceruk Pasar

      Ceruk pasar (Niche Market) merupakan suatu pasar dengan segmen kecil yang jumlah pesaingnya tidak terlalu banyak atau kecil dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan. Ceruk pasar terdiri dari sekelompok konsumen yang berada dalam suatu pasar luas dan memiliki kesamaan demografis, perilaku membeli dan gaya hidup.

a.       Ciri-ciri ceruk pasar antara lain :

·         Perusahaan melayani kebutuhan konsumen secara spesifik

·         Berspesialis secara geografis

·         Mengandalkan pemasaran terdiferensiasi untuk mendapatkan keuntungan

·         Mampu melakukan pengembangan produk yang unik sehingga dapat menyelesaikan masalah sekelompok konsumen.

·         Memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari pesaing besar

·         Skala ekonomi rendah karena ukuran pasar yang relatif kecil.

b.      Teknis dalam menentukan ceruk pasar antara lain :

·         Mengidentifikasi ketertarikan konsumen

Ketertarikan konsumen merupakan hal utama yang harus diperhatikan, sehingga sebelum membuat suatu produk kita harus menganalisis produk yang akan dipilih dengan melihat terlebih dahulu apakah produk yang akan dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen.

·         Menawarkan produk atau layanan yang unik

Apabila kita ingin menjual atau menawarkan suatu produk kepada konsumen, sebaiknya kita melihat terlebih dahulu bagaimana kondisi pesaing yang ada diluar. Apabila pesaing tersebut kuat sebaiknya kita memilih produk tanpa pesaing yang banyak sehingga hal tersebut akan memudahkan kita untuk menawarkan produk tersebut. Dan apabila kita mampu menghasilkan ide bisnis yang unik dan menarik akan mempermudah kita untuk menambah daya tarik produk sehingga keinginan konsumen untuk membeli semakin meningkat.

·         Melakukan riset pada pesaing

Dalam hal ini tentunya kita harus melakukan analisis secara menyeluruh terhadap para pesaing yang ada diluar dengan melihat apakah produk yang akan kita jual masih memiliki peluang dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

·         Pastikan ceruk pasar yang dipilih dapat memberi profit yang besar.

Apabila kita ingin memulai suatu bisnis atau usaha, kita harus mengetahui profit apa yang akan didapatkan agar usaha yang kita jalankan mampu bertahan dan berjalan dengan baik.

·         Lakukan uji coba pada ide yang sudah dibuat.

setelah beberapa teknik telah ditentukan, selanjutnya kita akan melakukan uji coba pada produk yang dipilih dengan memasarkannya. Apabila uji coba tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka kita harus memasarkannya dengan cara yang unik agar konsumen tertarik untuk membeli produk.

4.      Ciri-ciri Produk Yang Marketable Untuk Ekspor

a.       Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor antara lain :

·         Memiliki keunggulan produk

Memiliki keunggulan produk atau memberikan pelayanan yang terbaik dalam menawarkan maupun memproduksi suatu produk kepada konsumen, dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk yang kita jual.

·         Produk yang unik

Produk yang unik dan berbeda akan memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen, sehingga apabila produk yang kita jual memiliki ciri khas konsumen akan memilih produk kita dibandingkan produk yang lain. Oleh karena itu inovasi produk sangat penting karena dengan kita menciptakan produk baru yang belum ada dipasaran maka produk kita akan memiliki nilai lebih.

·         Produk yang limited

Produk yang terbatas atau dikenal dengan limited memiliki daya tarik yang lebih besar bagi konsumen, apalagi jika dinegara pengimpor barang tersebut masih langka. Sehingga konsumen akan berlomba-lomba untuk memiliki produk tersebut maka produk tersebut memiliki potensi untuk diekspor.

·         Produk yang berkualitas dan awet

Konsumen akan cenderung memperhatikan kualitas suatu barang, karena pada produk ekspor melalui proses pengiriman yang lebih panjang, konsumen akan mempertimbangkan jika ingin membeli suatu produk yang berkualitas dan awet jika digunakan.

·         Produk yang memiliki banyak permintaan

Produk yang memiliki banyak permintaan atau permintaan pasar tinggi dinegara yang akan diimpor namun sulit tumbuh dinegara tersebut, memiliki peluang yang cukup tinggi untuk melakukan ekspor produk.

·         Memiliki harga saing

Produk yang memiliki harga terjangkau dan sering mendapat bonus cenderung lebih disukai oleh konsumen, sehingga apabila produk yang diekspor dalam jumlah banyak dan ada bonus serta potongan harga akan menjadi kesenangan tersendiri bagi konsumen.

 

Studi Kasus

    Studi kasus yang saya ambil berkaitan dengan ekspor perikanan di Indonesia. Berdasarkan sumber tersebut diketahui bahwa ekspor ikan dan produk perikanan Indonesia lebih terfokus pada negara maju. Hampir separuh (44,6 persen) nilai ekspor tertuju pada negara Jepang, China dan AS. Pangsa negara-negara ASEAN hanya mencapai sekitar seperempat dari total ekspor (26,4 persen). Hasil investigasi dengan indeks Herfindahl menemukan bahwa hanya terdapat 10 negara tujuan ekspor ikan dan produk perikanan Indonesia yang cukup penting. Hal ini berarti bahwa selama ini Indonesia masih belum menggarap pasar ASEAN sebagai tujuan penting ekspor ikan dan produk perikanan. Dalam konteks MEA, kondisi ini tentu tidak terlalu menguntungkan karena semangat MEA justru memberikan peluang kepada Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam perdagangan sektor ini.

Berdasarkan hasil uji regresi luas pasar dan spesifik antar tujuan ekspor  merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap ekspor ikan. Kondisi makroekonomi global yang cenderung fluktuatif tidak banyak mempengaruhi permintaan ekspor ikan dan selera pasar tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga. Apabila pasar telah terbentuk secara cukup tangguh, maka gejolak makro ekonomi relatif tidak terlalu mempengaruhi permintaan. 

Referensi:

Rasyid, Mohtar. 2017. PROSIDING SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU & CALL FOR PAPERS UNISBANK (SENDI_U). Fakultas Ekonomi Universitas Trunojoyo Madura.


 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 07 Januari 2021

 BAURAN PROMOSI

1.  A. Konsep Inti Promosi

        Promosi adalah salah satu kegiatan pemasaran yang banyak dilakukan oleh perusahaan.  Konsep-konsep  inti yaitu kebutuhan, keinginan, dan permintaan, produk, utilitas, nilai, dan kepuasaan,pertukaran, transaksi, pemasaran, dan pasar. Kebanyakan perusahaan menggunakan jasa promosi penjualan yang dipercaya untuk mengembangkan dan mengelola kegiatan dalam promosi penjualan. Banyak perusahaan iklan besar yang membangun sendiri suatu bagian yang khusus menangani kegiatan promosi penjualan atau memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang ini. Namun setiap perusahaan tentunya memiliki strateginya masing-masing dalam penyampaian informasi tentang produk kepada konsumen. Dalam melakukan promosi kita dapat memilih strategi mana yang akan kita terapkan.

2.       Bentuk- bentuk  promosi (pemeran dagang, in house promotion, periklanan, public relation, familiarization,  digital signage dan tampilan display)

Ø  Pemeran dagang atau expo adalah suatu promosi dengan mengadakan pameran dengan tujuan memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan mereka.

Ø  in house promotion yaitu, promosi yang bersifat ke dalam, yang dalam kegiatan promosinya hanya dipusatkan pada lingkungan tertentu

Ø  Periklanan adalah bentuk promosi non personal yang menggunakan media untuk merangsang pembelian.

Ø  Public relation yaitu suatu jenis promosi dengan membangun relasi baik dengan pihak public agae mendapatkan opini positif dari masyarakat

Ø  Familiarization yaitu promosi melalui perjalanan wisata agar  tertarik kepada produk

Ø  digital signage yaitu promosi melalui papan informasi dengan tujuan  menyampaikan informasi.

Ø Tampilan display yaitu promosi menggunakan sebuah teknologi dengan cara  menampilkan sebuah konten

Ø  Penjualan tatap muka yaitu bentuk promosi antara penjual dan calon pelanggan dengan cara memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan sebagai sarana untuk membentuk pemahaman pelanggan akan produk yang kita tawarkan

Ø  Pemasaran langsung yaitu, bentuk promosi secara perorangan secara langsung untuk mmepengaruhi pelanggan

Ø  Publisitas yaitu, suatu bentuk non personal terkait mengenai pelayanan usaha dengan cara mengulas informasi atau berita mengenai produk

3.       Pemilihan media iklan

Perencanaan media merupak an proses pengarahan pesan periklanan kepada khalayak sasaran pada waktu dan tempat yang tepat serta menggunakan saluran yang tepat.

Ada beberapa hal yang perlu dilakuakn, diantaranya:

1.       Memilih khalayak sasaran

2.       Merinci tujuan perusahan

3.       Memilih media dan sarana

4.       Pembelian media

Faktor yang mempengaruhi pemilihan media periklanan

1.       Tujuan periklanan

2.       Sirkulasi media

3.       Kaperluan media

4.       Biaya advertising

5.       Kerja sama dan bantuan yang ditawarkan

6.       Karakteristik media

Jenis media periklanan

1.       Media elektronik (televisi, radio, internet)

2.       Media cetak (surat kabar, tabloid, majalah)

3.       Media luar Gedung ( poster, billboard, sign, dll

4.       Faktor yang mempengaruhi bentuk promosii

1.       Tujuan promosi, jika inginn menjangkau khalayak uas maka iklan pilihan yang tepat

2.       Jenis produk, produk konsumsi lebih membutuhkan iklan dari pada produk industri

3.       Infrastruktur dan sumber daya perusahaan, setiap metode promosi membutuhkan biaya dan upaya yang berbeda. Jika budget untuk iklan banyak maka akan digunakan untuk memilih media iklan yang sesuai dengan tujuan iklan

4.  Siklus hidup produk, selama tahap pendahuluan perusahan mengambil intensif untuk meningkatkan kesadaran produk

5.      Infrastruktur, jika perusahaan tidak menjual melalui perantara maka menggunakan personal selling.

6.       Strategi penetapan harga, produk premium kurang  mengandalkan iklan media massa.

5.       Strategi promosi melihat siklus produk

Strategi perusahaan juga disesuaikan dengan siklus hidup dari suatu produk. Pada setiap  tahapan memerlukan pendekatan promosi yang berbeda.

Ø  Pada tahap pengenalan, pada tahap ini perusahaan lebih berusaha menginformasikan dan mendidik pelanggan potensial.

Ø  Pada tahap pertumbuha, konsumen mulai menyadari tentang produk dan manfaatnya. Pada tahap ini, perusahaan mengambil Langkah dengan cara untuk menstimulasi permintaan dan mengalihkan pelanggan dari pesaing

Ø  Pada tahap matang, persaingan pasar meningkat dan kurva penjualan mulai mendatar. Strategi promosi dengan cara membujuk pelanggan untuk terus membeli, misalnya dengan menonjlkan fitur baru dari produk.

Studi kasus

        Studi kasus yang saya ambil dari artikel dengan judul “Analisis Bauran Promosi (Promotion Mix) Produk Multilinked Syariah Pada Asuransi Panin Dai-Ichi Life Cabang Pekanbaru” yang ditulis oleh Alfiyandi  dan La Ode. Pada studi kasus ini untuk promosi yang dilakukan Asuransi Panin Dai-ichi Life Cabang Pekanbaru ini menggunakan periklanan dinilai kurang baik karena masih kurang terjangkaunya iklan oleh masyarakat luas. Selain itu penempatan iklan yang hanya terbatas pada kantor Panin Dai-ichi Life Cabang Pekanbaru. Kurangnya iklan ini tentu saja mempengaruhi pengetahuan masyarakat akan produk-produk yang ada pada Panin Dai-ichi Life Cabang Pekanbaru. Untuk promosi melalui penjualan perseorangan (personal selling) dinilai baik hal ini dapat dilihat dengan lancarnya komunikasi antara nasabah dengan agen, baiknya kemampuan agen dalam menjelaskan produk yang ada dan meyakinkan nasabah dalam melakukan pembelian produk yang ditawarkan.

Untuk promosi melalui promosi penjualan (sales promotion) dinilai kurang baik hal ini dikarenakan Panin Dai-ichi Life Cabang Pekanbaru masih sangat jarang melakukan promosi penjualan dengan menjadi sponsor pada acara-acara hiburan serta mengadakan pameran di pusat-pusat keramaian, sehingga masyarakat pada umumnya kurang mengetahui akan produkproduk asuransi yang ada pada Panin Daiichi Life Cabang Pekanbaru Untukpromosi melalui hubungan masyarakat (public relations) dinilai cukup baik hal ini dapat dilihat dengan kemampuan dalam penyelesaian masalah dan keluhan dari nasabah, serta menciptakan dan mempertahankan hubungan baik dengan nasabah. Untuk promosi melaui pemasaran langsung (direct marketing) dinilai cukup baik hal ini dapat dilihat dengan cukup mudahnya nasabah dalam memperoleh informasi tentang produk baik melalui telepon ataupun melalui media digital (Ode, La, 2016).

 Referensi:

Putri, Tanama. 2011. Manajemen Pemasaran. Bali : Fakultas Peternakan Universitas Undayana

Ode, La dan Alfiyandi. 2016. Analisis Baauran Promosi ( Promotion Mix) Produk Multilinked Syariah pada Asuransi Panin DAI-ICHI Life Cabang Pekanbaru. Jurnal Valuta. Vol. 2 (1) : 54-65.

https://cerdasco.com/promosi/

 

Jumat, 01 Januari 2021

 

Bauran Pemasaran Price (Harga)

Konsep Penetapan harga

    Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima oleh produsen dalam hal pertukaran jasa dan barang. Metode pricing ata penetapan harga dilakukan agar nilai atau biaya yang di tawarkan sesuai dengan produsen dan pelanggan. Harga yang ditentukan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan, nilai yang dirasakan pelanggan, dan nilai dari pesaing.

Hal yang harus diperhatikan dalam penetapan harga

  1. Identitas barang dan jasa
  2.   Biaya yang serupa di pasar
  3. Sasaran
  4.  Total biaya produksi (biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya mesin, dll)
  5. Elemen eksternal: kebijakan, ekonomi, regulasi, dll.
Tujuan Penetapan Harga

  1. Mempertahankan dan mmemperbaiki market share
  2. Meningkatkan laba
  3. Penguasaan pasar
  4. Mendapatkan pengembalian ivestasi yang di targetkan
  5. Mencegah atau mengurangi persaingan
  6. Pasar untuk ide inovatif

Faktor yang mempengaruhi penetapan harga:

1.      Faktor internal, adalah faktor yag berasal dari internal perusahaan yang mudah dan bisa di kendalikan.

a.       Sasaran perusahaan

b.      Strategi bauran pemasaran

c.       Sertimbangan organisasi

2.      Faktor eksternal, faktor yang berasal dari luar perusahaan yang sulit dan tidak bisa dikendalikan

a.       Pasar dan permintaan

b.      Produk life cycle

c.       Persaingan

d.      Elastisitas permintaan

e.       Lingkugan lain: ekonomi, politik, dan pemerintah

Metode Penetapan Harg

  1. Metode penetapan harga berbasis permintaan

Pada metode ini lebih mengedepankan aspek permintaan konsumen, atau situasi pasar dan aspek umum yaitu biaya.

Berikut mmetode penetapan harga jual berbasis permintaan:

  • Skimming pricing
Penetapan harga yang cukup tinggi di masa perkenalan dan menurunkan harga ketika persaingan mulai naik atau pasar sudah muli menurun daya tariknya.

  • Penetration pricing

Penetapan harga di awal rendah, dengan harapan tercapainya volume penjualan yang tinggi.

  • Prestige pricing

Menerapkan harga yag tinggi, relative tinggi  dengan harapan konsumen peduli dengan status akan tertarik produk

  • Price lining

Menetapkan harga lebih dari satu harga pada satu produk, didasarkan warna, model, trend

2. Penetapan harga berbasis biaya

Metode ini menetapkan harga produk dengan memperhitungkan semua aspek biaya produksi, operasional, dan pemasaran serta tingkat laba yang di harapkan.

  • Standart Mark-up Pricing

Penetapan harga produk ditentukan berdasarkan presentase tertentu dari biaya pemasaran. Misal presentase distributor10 %, agen atau grosir 15%, dan retailer 25%.

  • Cost Plus Mark-Up

Penetapa harga dengan menambahkan presentase terhadap biaya produksi dan biaya yang muncul akibat keberadaan produk. Misalnya: nilai sebuah kontrak.an seharga 10 jt, udah free air, listrik, dan wifi. Nah, untuk biaya air, listrik, wifi sekitar 15%.

3. Penetapan harga berbasis persaingan

  • Customary pricing

Penetapan harga produk ditentukan oleh faktor distribusi, saluran distribusi dan faktor lainnya yang digunakan untuk pegangan oleh pedagang.

  • Market pricing

Menetapkan harga dengan cara subjektif.

  • los leader pricing

Menetapkan harga di abwah total cost atau jual rugi, untuk mendpatkan share produk yang besar. Startegi ini bersifat sementara sampai program perusahaan selesai.

4. Penetapan harga berbasis laba

  • Target profit pricing

Menetapkan harga berdasarkan besaran laba tahunan yang di harapkan dengan menghitung berapa harga yang harus di tetapkan untuk jumlah unit produk tertentu

  • Target return on sales pricing

Perusahaan menentukan tingkat harga tertentu berdasarkan laba tertentu dalam volume penjualan tertentu.

Monitoring Pergerakan Harga, Produk, dan Kebijakan Distrbusi untuk Kebutuhan Perusahaan

Monitoring dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.      Mengidentifikasi saluran pemasaran, mengumpulkan data terkait saluran pemasaran, aktor yang terlibat, hambatan,  dan informasi lainnya.

2.      Mengidentifikasi pasar, terkait harga rata-rata pada pasar, kondisi pasar, dan hal lainnnya

3.  Memanfaatkan teknologi informasi untuk mengumpulkan informasi terkait harga yang berlaku.

Studi kasus

                Studi kasus pada jurnal  yang saya ambil berkaitan dengan Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Tempat dan Promosi) Terhadap Kepuasan Pelanggan Berubah Menjadi Loyalitas Pelanggan Pada Coldplay Juice Soji. Dari jurnal tersebut di peroleh bahwa Pengaruh bauran pemasaran (produk, harga, tempat dan promosi) menunjukkan hubungan yang positif terhadap kepuasan pelanggan, namun tidak semua variabel dalam bauran pemasaran menunjukkan hasil yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hal tersebut ditunjukkan pada path coefficients pada variabel produk, tempat dan promosi yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Variabel produk menunjukkan hasil signifikan sebesar 0.38 dan p- value kurang dari 0.01, ariabel tempat juga menunjukkan hasil signifikan sebesar 0.17, variabel promosi menunjukkan hasil signifikan sebesar 0.30 dan p-value kurang dari 0.01. Berbeda dengan variabel harga menunjukkan hasil p-value lebih dari 0.05 yang menunjukkan tidak signifikannya terhadap kepuasan pelanggan karena hasil yang ditunjukkan dengan p-value masing-masing yakni sebesar 0.13. Variabel kepuasan pelanggan memiliki pengaruh besar terhadap loyalitas pelanggan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0.76 dan p-value kuran dari 0.01.

 

Referensi

https://distribusipemasaran.com/4-metode-penetapan-harga-yang-paling-banyak-diterapkan/

https://distribusipemasaran.com/penetapan-harga-produk-apa-saja-yang-harus-dipertimbangkan/

Setyowati, Putri Budi. 2018. Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Tempat dan Promosi) Terhadap Kepuasan Pelanggan Berubah Menjadi Loyalitas Pelanggan Pada Coldplay Juice Soji. Habitat. Vol. 29 (2). 57-64.

Sari, Puspita dan Kadek. 2016. ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PT. HATTEN BALI DI KOTA DENPASAR. E-Jurnal Manajemen Unud. Vol. 5 (5). 3080-3105

  

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...