Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2020

 BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTIBUSI

A.    Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Tempat dalam marketing mix biasa disebut dengan saluran distribusi atau saluran pemasaran, saluran dimana produk tersebut sampai kepada konsumen. saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai. Kebanyakan produsen tidak menjual barang-barang mereka secara langsung kepada para pengguna akhir, ada perantara saluran pemasaran (juga disebut saluran perdagangan atau saluran distribusi) yang menyalurkan produk kekonsumen. Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran.

B.     Kriteria Daerah Kinerja Positif Untuk Pemassaran

pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa faktor, yaitu:

  1. Accessibility (Akses) Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum.
  2. Visibility (Visibilitas) Lokasi dapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka.
  3. Traffic (Lalu lintas)
  4. Tempat parkir yang luas dan aman
  5. Expansion (Ekspansi) Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas usaha di kemudian hari.
  6. Environment (Lingkungan)
  7. Lokasi pesaing
  8. Peraturan pemerintah

C.    Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

  1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.
  2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.
  3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
  4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
  5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
  6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.
  7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
  8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.
  9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
  10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
  11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
  13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
  14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
  15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
  16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
  17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.
  18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D.    Konsep Dan Kegunaan Saluran Distribusi

Saluran distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu. Pendapat lain juga menyatakan, place (distribusi) termasuk aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran. Baerdasarkan kedua pengertiatersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahwa saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran.

      Dalam suatu saluran distribusi, anggota saluran distribusi melaksanakan sejumlah fungsi. Fungsi adalah pekerjaan/jabatan yang dilaksanakan, tindakan/kegiatan perilaku, atau juga dapat berarti kategori bagi aktivitas-aktivitas. Berdasarkan kedua pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa fungsi saluran distribusi adalah aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan anggota saluran distribusi dalam memindahkan barang dari produsen ke konsumen dan menciptakan kegunaan produk tersebut bagi konsumen (Siaputra. 2012)

Fungsi utama saluran distribusi

1.      Informasi, Berbagai macam informasi sangat diperlukan dalam penyaluran barang-barang, karena dapat membantu untuk menentukan sumbernya. sejumlah informasi, dapat diukur seberapa jauh kepentingan pembeli, penjual atau lembaga lain dalam saluran distribus.

Beberapa informasi penting yang dikumpulkan oleh saluran distribusi:

·         Pelanggan,   Informasi mengenai pelanggan yang perlu dikumpulkan oleh anggota saluran distribusi: kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan

·         Pesaing, Informasi mengenai pesaing yang perlu dikumpulkan oleh anggota saluran distribusi: jumlah dan pesaing

·         Pemasok , Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam “sistem penyerahan nilai” kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan

2.      Promosi , Promosi adalah aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk  pelanggan sasaran untuk membelinya.

3.      Negosiasi, Fungsi negosiasi yang dilaksanakan anggota saluran distribusi berhubungan dengan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain sehubungan dengan penawaran, sehingga perpindahan hak pemilikan dapat dilaksanakan.

4.      Pemesanan, Pemesanan adalah komunikasi saluran kebelakang mengenai minat membeli oleh anggota saluran pemasaran ke produsen.

5.      Pembiayaan, Untuk memiliki sebuah barang, apakah konsumen, penyalur atau pun produsen diperlukan sejumlah dana. Dalam hal ini mereka harus melaksanakan fungsi pembelanjaan (pembiayaan).

6.      Pengambilan Risiko, Anggota saluran distribusi mengambil beberapa risiko yang berhubungan dengan pendistribusian produk dari perusahaan sampai kepada konsumen akhir.

7.      Fisik, Anggota saluran distribusi mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir. Fungsi fisik yang dilaksanakan anggota saluran distribusi berhubungan dengan penyimpanan barang dan transportasi.

8.      Pembayaran, Pembayaran adalah arus pembayaran/uang kepada penjual atas jasa atau produk yang telah diserahkan.

9.      Kepemilikan Fungsi terakhir yang dilaksanakan oleh anggota saluran distribusi adalah fungsi kepemilikan.

E.     Tipe Distribusi

Ada dua sistem distribusi dalam penyaluran hasil produksi, yakni:

  1.  Distribusi langsung

 Distribusi langsung merupakan distribusi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat (konsumen) oleh produsen tidak melalui perantara. Contoh dari distribusi langsung seperti, nelayan yang menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen

      2. Distribusi tidak langsung

Distribusi tidak langsung merupakan penyaluran hasil produksi kepada konsumen melalui perantara tidak produsen langsung. Contohnya bisa lewat pedagang yang membeli dan menjual kembali hasil produksi tanpa merubah bentuk dan tanggungjawab sendiri dengan tujuaan

Tipe distribusi antara lain:

1.    Tipe saluran distribusi untuk barang konsumsi:

  • Produsen ke Konsumen
  • Produsen ke Pengecer ke Konsumen
  •   Produsen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen
  •   Produsen ke Agen ke Pengecer ke Konsumen
  • Produsen ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen

2.    Tipe saluran distribusi untuk barang industri:

  1.        Produsen ke Pemakai Industri
  2.        Produsen ke Distributor Industri ke Pemakai Industri
  3.       Produsen ke Agen Distributor ke Industri Pemakai Industri
  4.           Produsen ke Agen ke Pemakai Industri (Suwarno, Hengky. 2006).

F.     Efektivitas Evaluasi Dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Efektifitas mempunyai pengertian yaitu menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan atau dengan kata lain efektif dapat diartikan sebagai hasil yang diharapkan, semakin besar hasil yang diraih berarti semakin menjadi efektif. Untuk dapat mengetahui tingkat efektifitas antara saluran distribusi langsung dengan saluran distribusi tidak langsung, dapat dengan membandingkan biaya distribusi yang dikeluarkan dengan volume penjualan yang dihasilkan Suara Merdeka. Apabila hasil yang diperoleh dari pembagian biaya distribusi dengan volume penjualan didapat jumlah yang besar, maka saluran distribusi tersebut tidak efektif. Karena hal tersebut berarti untuk melakukan penjualan tiap eksemplar dibutuhkan biaya yang besar.

G.    Manajemen Konflik Dalam Saluran Distribusi

Channel conflict atau konflik saluran adalah perselisihan atau ketidaksepakatan di antara perusahaan anggota dalam saluran distribusi tertentu mengenai peran dan tujuan distribusi. Konflik saluran berpotensi terjadi pada titik mana saja dalam saluran distribusi. Misalnya, mungkin ada konflik tujuan atau peran di antara banyak perusahaan di tingkat distribusi yang sama, misalnya antara dua pengecer, atau pada tingkat saluran distribusi yang berbeda, misalnya antara grosir dan pengecer. Yang pertama dikenal dengan konflik horizontal sedangkan yang kedua dikenal dengan konflik vertical.

Konflik saluran horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka.  Konflik Vertikal terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru (Sari, Apri. 2006).

Konflik dapat di atasi dengan menggunakan strategi Distribusi, berikut beberapa strategi distribusi:

  1.  Strategi Distribusi Intensif

        Distribusi yang satu ini merupakan bentuk strategi yang menempatkan produk dagangan pada retailer, pengecer, serta distributor di berbagai tempat. Teknik ini sangat cocok Anda terapkan pada produk atau barang sehari-hari, terutama produk dengan permintaan konsumsi yang cukup tinggi. Strategi ini biasanya diterapkan dalam pemasaran sembako, sikat gigi, sabun, pasta gigi, deterjen, dan yang lainnya.

2. Strategi Distribusi Selektif

        Strategi yang satu ini adalah metode distribusi yang dilakukan dengan cara menyalurkan produk dan jasa pada daerah pemasaran pilihan, disertai dengan proses pememilihan beberapa pengecer atau distributor dalam suatu daerah. Strategi ini biasa akan menciptakan persaingan diantara para pengecer dan distributor untuk saling berebut konsumen dan produk untuk didistribusikan. Contoh produk yang sering menerapkan strategi ini adalah kendaraan bermotor, produk elektronik, sepeda, buku, pakaian, dan sebagainya.

3.    Strategi Distribusi Eksklusif

Strategi distribusi eksklusif akan diterapkan dengan memberikan hak distribusi produk kepada beberapa pengecer atau distributor di area tertentu saja. Produk dengan strategi ini biasanya merupakan barang dengan kualitas terbaik, berharga tinggi, serta dengan market konsumen yang terbatas. Contoh strategi ini meliputi supermarket, minimarket, showroom mobil, factory outlet, hypermart dan sebagain

 

Referensi:

Suwarno, Hengky. 2006. Sembilan Fungsi Saluran Distribusi: Kunci Pelaksanaan Kegiatan Distribusi Yang Efektif. Jurnal Manajemen. Vol. 6 (1): 79-87.

Siaputra. 2012. Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Lokasi, Dan Promosi) Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Hotel Budget Di Kawasan Surabaya Pusat. Manajemen Perhotelan, Universitas Kristen Petra.

Sari, Apri. 2006. Evaluasi Saluran Distribusi Dalam Upaya Meningkatkan Volume Penjualan Pada Pt. Suara Merdeka Press Kantor Perwakilan Surakarta. Program Studi Diploma Iii Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

https://budiprasetiyo105.wordpress.com/bauran-pemasaran-lokasisaluran-distribusi/

https://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/10/syarat-syarat-k3-keselamatan-dan.html

https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/08/133000369/distribusi--pengertian-tujuan-dan-faktornya?page=all.



 

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...