Jumat, 25 Desember 2020

 BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTIBUSI

A.    Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Tempat dalam marketing mix biasa disebut dengan saluran distribusi atau saluran pemasaran, saluran dimana produk tersebut sampai kepada konsumen. saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai. Kebanyakan produsen tidak menjual barang-barang mereka secara langsung kepada para pengguna akhir, ada perantara saluran pemasaran (juga disebut saluran perdagangan atau saluran distribusi) yang menyalurkan produk kekonsumen. Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat terkompensasi dengan mengurangi biaya pemasaran.

B.     Kriteria Daerah Kinerja Positif Untuk Pemassaran

pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan cermat terhadap beberapa faktor, yaitu:

  1. Accessibility (Akses) Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum.
  2. Visibility (Visibilitas) Lokasi dapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka.
  3. Traffic (Lalu lintas)
  4. Tempat parkir yang luas dan aman
  5. Expansion (Ekspansi) Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas usaha di kemudian hari.
  6. Environment (Lingkungan)
  7. Lokasi pesaing
  8. Peraturan pemerintah

C.    Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

  1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.
  2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.
  3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
  4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
  5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
  6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.
  7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
  8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.
  9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
  10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
  11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
  13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
  14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
  15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
  16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
  17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.
  18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D.    Konsep Dan Kegunaan Saluran Distribusi

Saluran distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu. Pendapat lain juga menyatakan, place (distribusi) termasuk aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran. Baerdasarkan kedua pengertiatersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahwa saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran.

      Dalam suatu saluran distribusi, anggota saluran distribusi melaksanakan sejumlah fungsi. Fungsi adalah pekerjaan/jabatan yang dilaksanakan, tindakan/kegiatan perilaku, atau juga dapat berarti kategori bagi aktivitas-aktivitas. Berdasarkan kedua pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa fungsi saluran distribusi adalah aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan anggota saluran distribusi dalam memindahkan barang dari produsen ke konsumen dan menciptakan kegunaan produk tersebut bagi konsumen (Siaputra. 2012)

Fungsi utama saluran distribusi

1.      Informasi, Berbagai macam informasi sangat diperlukan dalam penyaluran barang-barang, karena dapat membantu untuk menentukan sumbernya. sejumlah informasi, dapat diukur seberapa jauh kepentingan pembeli, penjual atau lembaga lain dalam saluran distribus.

Beberapa informasi penting yang dikumpulkan oleh saluran distribusi:

·         Pelanggan,   Informasi mengenai pelanggan yang perlu dikumpulkan oleh anggota saluran distribusi: kebutuhan, keinginan, dan permintaan pelanggan

·         Pesaing, Informasi mengenai pesaing yang perlu dikumpulkan oleh anggota saluran distribusi: jumlah dan pesaing

·         Pemasok , Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam “sistem penyerahan nilai” kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan

2.      Promosi , Promosi adalah aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk  pelanggan sasaran untuk membelinya.

3.      Negosiasi, Fungsi negosiasi yang dilaksanakan anggota saluran distribusi berhubungan dengan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain sehubungan dengan penawaran, sehingga perpindahan hak pemilikan dapat dilaksanakan.

4.      Pemesanan, Pemesanan adalah komunikasi saluran kebelakang mengenai minat membeli oleh anggota saluran pemasaran ke produsen.

5.      Pembiayaan, Untuk memiliki sebuah barang, apakah konsumen, penyalur atau pun produsen diperlukan sejumlah dana. Dalam hal ini mereka harus melaksanakan fungsi pembelanjaan (pembiayaan).

6.      Pengambilan Risiko, Anggota saluran distribusi mengambil beberapa risiko yang berhubungan dengan pendistribusian produk dari perusahaan sampai kepada konsumen akhir.

7.      Fisik, Anggota saluran distribusi mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir. Fungsi fisik yang dilaksanakan anggota saluran distribusi berhubungan dengan penyimpanan barang dan transportasi.

8.      Pembayaran, Pembayaran adalah arus pembayaran/uang kepada penjual atas jasa atau produk yang telah diserahkan.

9.      Kepemilikan Fungsi terakhir yang dilaksanakan oleh anggota saluran distribusi adalah fungsi kepemilikan.

E.     Tipe Distribusi

Ada dua sistem distribusi dalam penyaluran hasil produksi, yakni:

  1.  Distribusi langsung

 Distribusi langsung merupakan distribusi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat (konsumen) oleh produsen tidak melalui perantara. Contoh dari distribusi langsung seperti, nelayan yang menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen

      2. Distribusi tidak langsung

Distribusi tidak langsung merupakan penyaluran hasil produksi kepada konsumen melalui perantara tidak produsen langsung. Contohnya bisa lewat pedagang yang membeli dan menjual kembali hasil produksi tanpa merubah bentuk dan tanggungjawab sendiri dengan tujuaan

Tipe distribusi antara lain:

1.    Tipe saluran distribusi untuk barang konsumsi:

  • Produsen ke Konsumen
  • Produsen ke Pengecer ke Konsumen
  •   Produsen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen
  •   Produsen ke Agen ke Pengecer ke Konsumen
  • Produsen ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer ke Konsumen

2.    Tipe saluran distribusi untuk barang industri:

  1.        Produsen ke Pemakai Industri
  2.        Produsen ke Distributor Industri ke Pemakai Industri
  3.       Produsen ke Agen Distributor ke Industri Pemakai Industri
  4.           Produsen ke Agen ke Pemakai Industri (Suwarno, Hengky. 2006).

F.     Efektivitas Evaluasi Dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Efektifitas mempunyai pengertian yaitu menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan atau dengan kata lain efektif dapat diartikan sebagai hasil yang diharapkan, semakin besar hasil yang diraih berarti semakin menjadi efektif. Untuk dapat mengetahui tingkat efektifitas antara saluran distribusi langsung dengan saluran distribusi tidak langsung, dapat dengan membandingkan biaya distribusi yang dikeluarkan dengan volume penjualan yang dihasilkan Suara Merdeka. Apabila hasil yang diperoleh dari pembagian biaya distribusi dengan volume penjualan didapat jumlah yang besar, maka saluran distribusi tersebut tidak efektif. Karena hal tersebut berarti untuk melakukan penjualan tiap eksemplar dibutuhkan biaya yang besar.

G.    Manajemen Konflik Dalam Saluran Distribusi

Channel conflict atau konflik saluran adalah perselisihan atau ketidaksepakatan di antara perusahaan anggota dalam saluran distribusi tertentu mengenai peran dan tujuan distribusi. Konflik saluran berpotensi terjadi pada titik mana saja dalam saluran distribusi. Misalnya, mungkin ada konflik tujuan atau peran di antara banyak perusahaan di tingkat distribusi yang sama, misalnya antara dua pengecer, atau pada tingkat saluran distribusi yang berbeda, misalnya antara grosir dan pengecer. Yang pertama dikenal dengan konflik horizontal sedangkan yang kedua dikenal dengan konflik vertical.

Konflik saluran horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka.  Konflik Vertikal terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru (Sari, Apri. 2006).

Konflik dapat di atasi dengan menggunakan strategi Distribusi, berikut beberapa strategi distribusi:

  1.  Strategi Distribusi Intensif

        Distribusi yang satu ini merupakan bentuk strategi yang menempatkan produk dagangan pada retailer, pengecer, serta distributor di berbagai tempat. Teknik ini sangat cocok Anda terapkan pada produk atau barang sehari-hari, terutama produk dengan permintaan konsumsi yang cukup tinggi. Strategi ini biasanya diterapkan dalam pemasaran sembako, sikat gigi, sabun, pasta gigi, deterjen, dan yang lainnya.

2. Strategi Distribusi Selektif

        Strategi yang satu ini adalah metode distribusi yang dilakukan dengan cara menyalurkan produk dan jasa pada daerah pemasaran pilihan, disertai dengan proses pememilihan beberapa pengecer atau distributor dalam suatu daerah. Strategi ini biasa akan menciptakan persaingan diantara para pengecer dan distributor untuk saling berebut konsumen dan produk untuk didistribusikan. Contoh produk yang sering menerapkan strategi ini adalah kendaraan bermotor, produk elektronik, sepeda, buku, pakaian, dan sebagainya.

3.    Strategi Distribusi Eksklusif

Strategi distribusi eksklusif akan diterapkan dengan memberikan hak distribusi produk kepada beberapa pengecer atau distributor di area tertentu saja. Produk dengan strategi ini biasanya merupakan barang dengan kualitas terbaik, berharga tinggi, serta dengan market konsumen yang terbatas. Contoh strategi ini meliputi supermarket, minimarket, showroom mobil, factory outlet, hypermart dan sebagain

 

Referensi:

Suwarno, Hengky. 2006. Sembilan Fungsi Saluran Distribusi: Kunci Pelaksanaan Kegiatan Distribusi Yang Efektif. Jurnal Manajemen. Vol. 6 (1): 79-87.

Siaputra. 2012. Pengaruh Bauran Pemasaran (Produk, Harga, Lokasi, Dan Promosi) Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Hotel Budget Di Kawasan Surabaya Pusat. Manajemen Perhotelan, Universitas Kristen Petra.

Sari, Apri. 2006. Evaluasi Saluran Distribusi Dalam Upaya Meningkatkan Volume Penjualan Pada Pt. Suara Merdeka Press Kantor Perwakilan Surakarta. Program Studi Diploma Iii Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

https://budiprasetiyo105.wordpress.com/bauran-pemasaran-lokasisaluran-distribusi/

https://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/10/syarat-syarat-k3-keselamatan-dan.html

https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/08/133000369/distribusi--pengertian-tujuan-dan-faktornya?page=all.



 

Kamis, 17 Desember 2020

 

BAURAN PRODUK

 

Arti dan Macam- Macam Produk

Produk adalah hasil dari sebuah proses yang di buat oleh produsen yang di distribusikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam membeli ssuatu produk konsumen akan cenderung memilih berdasarkan selera dan harga. Dalam hal ini  banyak sekali pilihan produk yang menyebar di pasar.

Secara garis besar produk terbagi menajadi dua jenis, yaitu: produk konsumsi dan produk industri

·         Produk konsumsi  adalahh produk yang digunakann oleh konsumen akhir atau rumah tangga dengan maksud untuk dikonsumsi sendiri atau tidak dijual lagi.

Terdiri dari :

a.       Barang kebutuhan sehari-hari, adalah barang yang pada umumnya sering di gunakan dan memerlukan usaha yang sangat kecil. Misalnya barang kelontong, baterai, dan lain-lain

b.      Barang belanja, adalah barang yang dibeli oleh konsumen yang didasarkan pada keseuaian mutu, harga, dan model. Contoh : montor, pakaian dan lain-lain.

c.       Barang khusus, yaitu barang yang memiliki ciri khas keunikan tertentu dalam suatu kelompok. Contoh eiger, rei, identic dengan gunung.

·         Produk industri, barang yang akan di olah Kembali dan menjadi luas dipergunakan dalam pengembangan pemasaran.

a.       Bahan mentah, yaitu barang yang menjadi bahan baku untuk menhasilkan suatu output, contoh: kayu hutan, beras, dan lain-lain

b.      Bahan baku dan suku cadang pabrik, yaitu barang yang digunakan sebagai suku cadang actual bagi produk lainnya, contoh  mesin, peralatan, dan lain-lain

c.       Perbekalan operasional, barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari bagi sektor inustri, contoh alat perkantoran.

Strategi Pemasaran Produk

Pemasaran meruapakan salah satu faktor penting agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Konsep pemasaran dijadikan proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia. Bauran pemasaran dilakukan oleh manager pemasaran berdasarkan pasar sasaran dan penentuan posisi produk di pasar sasaran. Menurut Kotler (2000), bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran. Bauran produk mencakup berbagai aspek, antara lain:

·         Lebar suatu bauran produk mengacu pada beberapa banyak lini produk yang berbeda dimiliki perusahaan tersebut

·         Panjang suatu bauran produk mengacu pada jumlah seluruh barang dalam bauran tersebut

·         Kedalaman suatu bauran produk mengacu pada berapa banyak jenis yang ditawarkan masingmasing produk dalam lini tersebut.

·         Konsistensi bauran produk mengacu pada seberapa erat hubungan berbagai lini produk dalam penggunaan akhir, ketentuan produksi, saluran distribusi, atau hal-hal lainnya.

Beberpa hal yang bisa di gunakan dalam melakukan strategi pemasaran, antara 

  1.   Ketahui target pasar anda
  2. Menggunakan sosial media
  3.  Melakukan promosi
  4. Memilih tempat yang strategis
  5. Menjalin hubungan baik dengan konsumen
  6. Memberikan pelayanan terbaik
  7. Melakukan kemitraan dengan pihak ketiga influenser, e ecommers  dan pemasok

Alasan pentingnya melakukan sstrategi pemasaran:

  1. Punya target pasar yang jelas
  2. Persuasi target pasar lebih muda
  3. Koordinasi tim lebih luas

Arti dan Jenis Jasa

Menurut convesrse, macam-macam jasa dikelompokan sebagai berikut:

  1.  Personalized service, adalah jasa yang mengutamakan pelayanan orang lain dan perlengkapannya. Contohnya seperti tukang cukur, laundry, salon kecantikan.
  2.  Financial service, pelayanan dalam bidang keuangan seperti perbankan, asuransi, dan Lembaga penanaman modal. Perusahaan public utility mempunyai monopoli secara ilmiah, misalnya pertamina dan perusahaan listrik.
  3. Entertainment, merupakan jasa dalam kelompok usaha-usaha bidang olahraga, bioskop, Gedung-gedung pertunjukan, dan usaha hiburan lainnya
  4. Hotel services, merupakan sarana dalam bidang pariwisata. Contohnya hiburan, travel, tempat rekreasi.

Strategi Pemasaran Jasa

Strategi pemasaran dalam bisnis jasa mungkin agak lebih menantang dari pada pemasaran produk. Dalam pemasaran jasa tidak menjual sesuatu yang nyata. Anda harus menjual sesuatu yang bersifat intangible. jasa adalah rencana keseluruhan suatu perusahaan jasa agar konsumen potensial dapat menikmati produk jasa yang diberikan. Strategi pemasaran yang diterapkan juga berbeda dengan pemasaran produk barang.

Strategi pemasaran jasa yang dapat dilakukan adalah:

  1. Membangun user experience (pengalaman pelanggan yang baik)
  2.  Membangun kepercayaan pada konsumen, poin penting pada pemasaran jasa adalah membuat konsumen percaya terhadap produk yang kita. Jika jasa yang dibeli tidak memenuhi harapan konsumen, tanpa adanya pengembalian atau diperbolehkan untuk menukarnya. Hal seperti ini dapat memberikan brand jelek pada usaha jasa kita.
  3. Meningkatkan customer service, mengingat jasa pertanian bersifat perishability atau tidak dapat disimpan.

Studi kasus

Contoh studi kasus yang saya ambil adalah  bauran produk pada tanaman hias potong diperusahaan liebe desa cihideung kecamatan parongpong kabupaten bandung barat. Bunga potong merupakan bunga yang dimanfaatkan sebagai bahan rangkaian bunga untuk berbagai keperluan dalam daur hidup manusia mulai dari kelahiran, perkawinan dan kematian. Perusahaan Liebe merupakan produsen yang memproduksi dan memasarkan tanaman hias potong. tanaman hias yang dihasilkannnya meliputi bunga mawar, bunga gerbera/hebras dan bunga krisan. Bauran produk yang ditereapkan di perusahaan Liebe yaitu meliputi nama dan variasi/keanekaragaman produk, merek perusahaan, kualitas produk, grading mawar dan kemasan produk diperusahaan Liebe. Perusahaan Liebe memiliki dua cara dalam melakukan pemasarannya yaitu perusahaan Liebe memiliki toko bunga sendiri dan dengan menawarkan jasa dekorasi. Permasalahan bauran produk yang dialami perusahaan Liebe yaitu belum memiliki merek dagang dan label, belum melakukan penggradingan terhadap bunga gerbera/hebras dan bunga krisan

Referensi:

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/produk-jasa-pengertian-karakteristik.html

https://www.jurnal.id/id/blog/cara-sukses-strategi-pemasaran-jasa/#:~:text=Sehingga%20dapat%20disimpulkan%20bahwa%20strategi,dapat%20menikmati%20produk%20yang%20diberikan..

Diem. Ade. 2013. PENGARUH BAURAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN Studi Kasus: PT. Rasa Prima Selaras Palembang. Program Studi Manajemen. Universitas Sriwijaya.

Hendri. Riva dan Besmi. 2016. Analisis Bauran Produk pada Tanaman Hias Potong di Perusahaan Liebe Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Agrimart. Vol. 3 (1): 1-10

M. Tohar. 2000. Membuka Usaha kecil. Kanisius. Yogyakarta

 

 

Jumat, 11 Desember 2020

Segmenting, Targeting, Positioning (STP)

1. Konsep inti STP

            STP atau Segmentation Targeting Positioning adalah salah satu pendekatan atau model yang digunakan untuk mengembangkan pesan dan strategi pemasaran yang sesuai dengan segmentasi target audiens tertentu . Model pemasaran ini dikenal sebagai salah satu yang paling efektif dan populer digunakan hingga saat ini. Agar kamu lebih mengenal apa yang disebut sebagai   pemasaran STP ini coba ulasan ulasan berikut. Pada STP marketing atau Segmenting Targeting Position adalah salah satu model pemasaran yang menerapkannya menggunakan tiga tahapan yaitu melakukan segmentasi pasar, mengatur segmen yang paling menguntungkan dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling bernilai. Fokus utama dalam model pemasaran STP ini adalah pada pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai bisnis pada saat strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan yang lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut.

            Pemasaran STP sendiri merupakan pendekatan atau model yang diterapkan banyak perusahaan dalam strategi pemasaran. Beberapa kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning adalah :

1.     Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan iklan bertarget, pengembangan produk baru atau diferensiasi merek dengan mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target.

2.      Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk

3.      Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk mengukur segmen pasar yang diharapkan laba atas investasi pemasaran yang lebih besar

4.      Meningkatkan cara perusahaan menjadi lebih kompetitif

2. Konsep nilai pelanggan

            Nilai pelanggan (customer value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image.

Cara mengukur

Ada banyak persamaan dan model untuk mengukur nilai pelanggan. Yang paling sederhana adalah ini:

Nilai pelanggan = Persepsi manfaat / Biaya

Dengan kata lain, untuk serangkaian manfaat tertentu, saat biaya naik, nilai yang dirasakan turun. Nilai tidak mengacu pada harga. Ini mengacu pada manfaat yang dirasakan yang dapat diperoleh dalam konteks harga.

Dua produk identik dengan eksposur identik hanya dapat bersaing pada biaya. Dua produk yang berbeda tidak harus bersaing dalam hal biaya. Produk tidak hanya dibedakan berdasarkan fiturnya. Mereka juga dapat dibedakan karena merek mereka.

 

Ada banyak adalah pemacu yang memengaruhi persepsi nilai . Diantaranya adalah:

·                     Diferensiasi produk

·                     Fungsi produk

·                     Kualitas

·                     Layanan, misalnya layanan purna jual

·                     Pemasaran

·                     Branding

·                     Harga

·                     Hubungan atau pengalaman yang ada

 a. Pasar Grosir, Pengecer dan Eksportir

  •        Pedagang Menengah / Agen / Grosir

Agen adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan barang dagangannya dari distributor atau agen tunggal yang biasanya akan diberi daerah kekuasaan penjualan / perdagangan tertentu yang lebih kecil dari daerah kekuasaan distributor. Contoh seperti pedagang grosir beras di pasar induk kramat jati.

  • Pedangan Eceran / Pengecer / Peritel

Pengecer adalah pedangan yang menjual barang yang dijualnya langsung ke tangan pemakai akhir atau konsumen dengan jumlah satuan atau eceran. Contoh pedangang eceran seperti alfa mini market dan indomaret.

  •       Eksportir / Pengekspor

Exportir adalah perusahaan yang memiliki fungsi menyalurkan barang dari dalam negara ke negara lain. Contoh seperti ekspor produk kerajinan ukiran dan pasir laut ke luar negeri.

b. Pelanggan lokal, Nasional dan Internasional

Pelanggan lokal adalah pelanggan atau pembeli yang berada pada lokasi-lokasi spesifik tertentu. Dalam menjangkau pelanggan lokal maka diperlukan pemasaran lokal. Pemasaran lokal adalah pemasaran yang menargetkan calon pelanggan yang berada pada daerah tertentu dengan tujuan agar mengetahui mengenai sebuah usaha di daerah mereka.  Pedagang nasional adalah pelanggan dalam negeri adalah pelanggan yang masih berada dalam wilayah dalam negeri. Pelanggan internasional adalah pelanggan yang berada baik di dalam negeri dan luar negeri.contoh tujuan ekspor dan impor

3. Segmenting

Tahapan segmentasi dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi sekelompok orang dengan karakteristik dan kebutuhan yang sama. Langkah ini dilakukan agar kamu dapat menyesuaikan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok dengan cara yang lebih efektif dibanding hanya menggunakan satu pendekatan untuk semua pelanggan.

Untuk melakukan segmentasi pasar, kamu bisa menggunakan pendekatan, seperti:

  •   Demografis, Mendasarkan pada atribut pribadi audiens seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan atau status perkawinan.
  • Geografis, Mendasarkan segmentasi pelanggan berdasar negara, wilayah, kota atau lingkungan tertentu.
  • Psikografis, Segmentasi yang didasarkan pada kepribadian, nilai-nilai, atau gaya hidup tertentu
  • Perilaku, Mendasarkan segmen pasar dengan mengelompokkan orang berdasarkan cara mereka menggunakan produk, loyalitas akan produk atau manfaat yang mereka cari.

4. Positioning

Tahapan positioning dapat diartikan menentukan bagaimana produk atau merek kamu direpresentasikan dalam benak potensi pelanggan. Tujuannya tentu agar produk atau merek kamu dilihat lebih unggul dari kompetitor. Itu masuk pada langkah terakhir dalam model pemasaran STP ini kamu harus tahu bagaimana caranya agar dapat memposisikan produk kamu untuk target segmen pasar yang paling menarik dan memiliki potensi keuntungan yang lebih besar tadi.

Untuk merumuskan positioning, beberapa tips berikut ini:

·                                    Tawarkan solusi. Periksa kembali kebutuhan dan potensi masalah atau hambatan dari masing-masing segmentasi target pasar kamu tadi. Dengan melihat hambatan atau potensi masalah yang Anda maksudkan sesuai pesan yang tepat tentang bagaimana produk atau layananmu dapat menyelesaikan masalah mereka secara lebih efektif.

·         Identifikasi Unique Selling Proposition (USP). Temukan jawaban yang tepat dari pertanyaan mengapa pelanggan harus membeli dan menggunakan produk atau Anda? Pikirkan penawaran yang bisa kamu berikan dan tidak dapat ditemukan pada kompetitor lain.

·         Kembangkan kampanye pemasaran yang spesifik pada segmentasi target pasar. Pastikan kamu memberi penawaran menarik yang sulit untuk mereka tolak.

5. Targeting

Tahapan kedua dalam model Segmenting Targeting Positioning adalah menentukan segmen mana yang akan menjadi target pemasaran. Untuk melakukan langkah ini kamu harus mampu berpikir secara realistis. Kamu harus menguasai potensi dan daya tarik segi komersial pada masing-masing segmen yang telah dikelompokkan tadi. Dengan begitu kamu bisa melihat kesesuaian antara sumber daya yang dimiliki dengan target segmen yang paling potensial memanfaatkan keuntungan bagi merek dan perusahaan.

Untuk menentukan dan memilih target, ada beberapa hal yang harus mempertimbangkan pertimbangan, seperti:

  •  Ukuran. Seberapa besar segmentasi pasar tersebut dan potensinya untuk bertumbuh di masa depan
  •  Profitabilitas. Segmen mana yang memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan lebih tinggi bagi produk atau kamu? Bagaimana dengan Nilai Umur Pelanggan di segmen tersebut.
  •  Baik. Seberapa mudah atau sulit bagi kamu mencapai segmen  pasar sasaran, tetapi dengan pesan pemasaran yang kamu lakukan? Batasan segala hambatan yang ada ketika kamu harus mengomunikasikan pesan pemasaran ke segmen pasar yang ditargetkan.
  •   Fokus pada manfaat., Masing-masing segmen membutuhkan manfaat yang berbeda.
  •  Perbedaan. Harus ada perbedaan terukur antar segmen.

 

Sumber :

Sirine, Hani dan Hari, Wijaya. 2016. Strategi Segmentating, Targeting, Positioning serta Strategi Harga Pada Perusahaan Kecap di Cilacap. AJIE. Vol.1 (3): 175-190.

Simbolon, Freddy. 2013. Strategi Pemasaran Global di Pasar Indonesia. Binus Business Law. Vol. 4 (1):405-413

https://www.kajianpustaka.com/2020/02/nilai-pelanggan-pengertian-manfaat-dimensi-dan-strategi.html?m=1

 

  Kelompok 2 Kelas D Membuat Sebuah Sari Rempah- Rempah bernama " Sari Mu" Nama   : Ardan Bagus Jiwantono Nim     : 180321100073...