MANAJEMEN PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK
Profil Singkat Perusahaan
Nama Perusahaan: PT Demos Food
Nama Merek: Cap Waras
Target Omzet : 1 Miliar
Pemilik : Ardan Bagus Jiwantono
A. Analisis STP Pada Beras Merah Organik
Segmenting
Setiap pembeli memiliki keinginan, sumber
daya, lokasi, sikap dalam membeli yang berbeda-beda. Melalui segmentasi pasar,
perusahaan dapat membagi pasar menjadi segmen yang lebih kecil yang dapat
diraih lebih efisien dan efektif dengan produk dan jasa yang cocok dengan
kebutuhan unik pembeli (Widjaya, Peter, 2017)
Berikut penentuan segmentasi pasar beras merah organik:
- Segmentasi geografis
Konsumen beras merah organik ini ada hampir diseluruh daerah di jawa. Jawa Timur ada : Lamungan, Gresik, sidoarjo, malang, Mojokerto dan Surabaya. Jawa tengah ada solo, semarang, magetan, dan Yogyakarta. Jawa barat ada Jakarta, bandung, dan Cirebon. Konsumen terbesarnya ada di daerah Surabaya dan Jakarta. Segmentasinya lebih banyak ke wilayah Surabaya dan Jakarta karena banyaknya masyarakat yang mengikuti pola hidup sehat.
- Segmentasi Demografis
Segmentasi Demografis perusahaan beras merah organik difokuskan pada beberapa aspek, seperti jenis kelamin, pendapatan, usia, Pendidikan, dan profesi. Pada aspek pendapatan lebih tertuju pada kelas menengah ke ata dengan upah di atas rata-rata. Pada aspek jenis kelamin lebih dituju ke perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan lebih suka diet atau menerapkan gaya hidup sehat. Usia lebih dtujukan dengan usia 30 tahun ke atas. Pendidikan ditujukan untuk yang berpendidikan S1. Dan untuk profesi ditujukan untuk pegawai swasta dan pegawai negri.
- Segmentasi Psikografis
Untuk segmentasi psikografis, konsumen yang di tuju adalah konsumen yang memiliki gaya hidup sehat. Hal ini dapat dilihat dari manfaat dan alasan konsumen mengkonsumsi beras merah organik.
- Segmentasi Perilaku
Segmentasi ini lebih
ditujukan untuk orang yang lebih suka berolahraga.
Targeting
Targeting digunakan untuk lebih memfokuskan
strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial. Perusahaan PT
Demos Food lebih emilih target pasarnya adalah kelompok konsumen yang
berpendapatan diatas upah rata-rata dan berpola hidup sehat.
Positioning
Untuk mengidentifikasi posisi pasar,
perusahaan PT Demos Food ini memposisikan diri sebagai perusahaan yang masih
baru. Disamping itu, perusahaan ini juga menentukan keunggulan kompetitif
dimana produk memiliki kemasan yang menarik dan sudah masuk di beberapa situs
jual beli digital .
B. Bauran Pemasaran (4P)
Bauran pemasaran dari produk, harga, promosi, dan distribusi adalah
istilah di mana perusahaan mewujudkan strateginya dari sebuah pernyataan tujuan
untuk berusaha di pasar.
Product
Perusahaan PT Demos Food memproduksi beras
beras merah dengan merek cap warasa dengan berbagai macam ukuran: ada 1 kg,
2kg, 5 kg, 10kg dan 50kg. Beras merah organik ini adalah produk andalan dimana
kualitas yang unnggul di bahan baku dimana dalam proses budidayanya tidak
menggunakan pestisida maupun pupuk anorganik. Produk ini juga sudah mendapatkan
persetujuan dari MUI dan BPOM. Jika dilihat dari desain produknya sendiri
dikemas menggunakan plastik dengan merek dagang didepannya. Kemasan sudah
tergolong modern, karena menggunakan mesin dalam pengemasannya. Hal in
dilakukan untuk menjaga kualitas beras merah organik. Beras ini mampu bertahan
sekitar 1 tahun jika dalam kemasan. Nama merek produk ini masih belum terlalu
dikenal oleh konsumen. Hal inilah yang menjadikan perusahaan untuk lebih fokus
pada sistem pemasarannya.
Price
Beras merah organik yang di produksi oleh
PT Demos Food ini dijual langsung atau partai dalam jumlah besar dan juga
eceran. Harga beras merah organic 1kgnya seharga Rp. 25.00, 2kg seharga Rp. 48.000,
5 Kg seharga Rp. 115.000 . Harga tersebut sangat terjangkau bila dibandingkan
dengan harga beras merah organic lainnya yang berada dikisaran harga Rp. 30.000
Per Kg nya. Harga beras merah organik yang ditentukan awalnya tidak akan
dilakukan perubahan meskipun harga bahan bibit fluktuatif. Namun, seiring
waktu, dengan naiknya semua harga saprodi dan harga bahan pangan, perusahaan
harus mempertahankan diri di pasar dengan ikut menaikkan harga. Harga yang
dinaikkan sudah melalui perhitungan dan pertimbangan dimana harga tidak akan
melebihi harga pasar dan masih terjangkau di kalangan konsumen. Untuk harga
dengan kompetitor, harga yang ditetapkan perusahaan bisa dibilang harga yang
kompetitif namun ada beberapa kompetitor lain yang mempunyai harga yang lebih
murah.
Place
Lokasi pemasaran beras organik ini berada di area bojonegoro, lamungan, dan Surabaya. Untuk pendistribusian perusahaan menggunakan mobil box yang sudah terjadwal pengirimannya disetiap daerah. Dalam keterkaitan dengan distribusi, retur pernah dilakukan konsumen karena kerusakan pada kemasan ketika di tempat tujuan, namun tingkat retur produk sangatlah kecil bahkan bisa dianggap tidak terlalu material. Dalam hal penyimpanan beras merah organik sendiri, perusahaan menyimpan di tempat yang aman, terlindung dari sinar matahari, di tempat yang tidak lembab untuk menjaga kualitas beras merah organik (Rantau, et all, 2017).
Promotion
Dalam hal promosi perusahaan ini sudah
menggunakan beberapa media online maupun offline. Media offline dilakukan dalam
bentuk sponsorship, public relation dan menyebar selembaran pamflet produk.
Sedangkan media online menggunakan berbagai macam sosial media mulai dari
Instagram, FB, whatsapp, shopee, dan
Lazada. Penggunaan media online ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan
dalam memasarkan produk.
C. Media Promosi
D. Analisis Daya Saing Beras Merah Organik di Asean
Peluang
Hingga saat ini, Indonesia tercatat sebagai
salah satu negara importir beras terbesar di dunia, khususnya di negara-negara
Asean. Pengembangan padi organik adalah upaya untuk meningkatkan daya saing
produk pertanian Indonesia saat harus berhadapan dengan produk pertanian,
khususnya padi, dari negara lain di Asean. Mempertimbangkan bahwa hingga saat
ini Indonesia adalah importir beras terbesar di Asean, untuk juga sebaliknya
dapat mengekspor ke beberapa negara Asean, Indonesia harus mengambil dan
menciptakan peluang pasar beras spesifik yang sejauh ini belum banyak
dikembangkan secara massive di negara Asean lainnya (Imelda, et all, 2017). Peningkatan kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan dan pelestarian lingkungan juga mendorong
peningkatan permintaan masyarakat terhadap sumber pangan sehat, termasuk di
dalamnya beras sehat atau lebih jauh lagi beras merah organik. Kebutuhan beras
organik organik baik di pasar lokal maupun ekspor dari tahun ke tahun juga
terus berkembang.. Kesadaran terhadap pangan sehat dan kelestarian lingkungan
adalah peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sebelum ceruk pasar ini
diambil oleh negara Asean lain
Kondisi
Liberalisasi perdagangan menyebabkan
semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor salah
satunya beras organik. Permintaan pasar global beras merah organik semakin meningkat.
Namun hal ini Indonesia dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan
ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai negara pengeskpor beras organik di
dunia. Beras organik yang diekspor oleh Indonesia berupa beras organik putih,
beras hitam, beras merah dan beras coklat. Eskpor beras organik sampai dengan
juni 2019 indonesia berhasil mengekspor ke beberapa negara, seperti jepang,
hongkong, jerman, US, Prancis dan singapura. Ekspor tersebut dilakukan oleh
beberapa perusahaan diantaranya PT Sejahtera Makmur Semesta, CV Shinta Rama, PT
Bumi Subur Sejahtera Listari, dan PT Bloom Agro. Para pengambil kebijakan dan regulator juga
harus berperan dalam memperlancar dan mempermudah berkembangnya usaha tani ini
dalam arti membuat pengembangan usaha padi merah organik ini menguntungkan dan
adil bagi semua pihak yang terlibat ( Jakiyah, Ulpah, 2017).
Referensi:
Imelda, et all. 2017. Kajian Pemasaran Beras Merah Di Wilayah
Perbatasan (Entikong) Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal
Social Economic Of Agriculture. Vol. 6 (2):27-41.
Jakiyah, Ulpah. 2017. Analisis Daya Saing Usahatani Beras Organik Di
Provinsi Jawa Barat (Competitiveness Analysis Of Organic Rice Farming In West
Java). Jurnal Hexagro. Vol. 1 (1): 38-42.
Rantau, I Ketut, et all. 2017. Strategi Segmenting, Targeting dan
Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. E-Jurnal
Agribisnis dan Agrowisata. Vol. 6 (4): 596-605.
Widjaya, Pieter. 2017. Analisis Segmenting, Targeting, Positioning
Dan Marketing Mix Pada Pt.Murni Jaya. Jurnal AGORA. Vol. 5(1): 1-10

Tidak ada komentar:
Posting Komentar